Surah Az-Zalzalah (atau Al-Zalzalah) adalah surah ke-99 dalam Al-Qur'an, yang artinya "Kegoncangan". Surah yang tergolong pendek namun sarat makna ini memberikan gambaran yang sangat jelas dan mengerikan tentang hari kiamat. Salah satu ayat kuncinya adalah ayat kedua, yang menjadi fokus utama pembahasan kita kali ini.
Ayat kedua dari surah ini secara tegas menyatakan:
"Dan Bumi mengeluarkan isi perutnya," (QS. Al-Zalzalah [99]: 2)
Ayat ini menggambarkan momen ketika bumi, yang selama ini menjadi pijakan dan tempat tinggal manusia, mengalami goncangan dahsyat yang melampaui semua gempa bumi yang pernah tercatat dalam sejarah peradaban manusia. Peristiwa ini adalah penanda awal dimulainya Hari Penghisaban.
Ilustrasi keluarnya isi bumi saat kegoncangan dahsyat.
Para mufasir (ahli tafsir) telah memberikan beberapa interpretasi mengenai "isi perut bumi" (أَثْقَالَهَا - atsqalaha) yang dikeluarkan saat kiamat. Meskipun rinciannya mungkin beragam, intinya merujuk pada segala sesuatu yang tersembunyi di kedalaman bumi.
Beberapa penafsiran utama meliputi:
Apapun interpretasi pastinya, ayat ini berfungsi untuk memberikan peringatan keras: tidak ada yang bisa disembunyikan dari hadapan Allah SWT. Baik yang tersembunyi di kedalaman bumi maupun yang tersembunyi dalam hati manusia, semuanya akan terungkap.
Ayat kedua ini tidak berdiri sendiri. Ia harus dipahami bersama ayat-ayat selanjutnya. Setelah bumi mengeluarkan isinya, manusia yang menyaksikannya akan terkejut dan bertanya-tanya. Ayat ketiga melanjutkan:
"Dan manusia bertanya, 'Ada apa dengan bumi ini?'"
Kegoncangan ini bersifat universal dan tak terhindarkan. Ini bukan sekadar gempa lokal, melainkan perubahan fundamental pada struktur planet kita. Menggambarkan kekuatan Allah yang Mahakuasa, Al Zalzalah ayat 2 mengingatkan kita bahwa stabilitas dunia yang kita nikmati adalah sementara.
Oleh karena itu, mempelajari dan merenungkan ayat ini memberikan dorongan spiritual yang kuat bagi seorang Muslim. Kesadaran akan Hari Kiamat yang dideskripsikan secara dramatis dalam surah ini seharusnya mendorong peningkatan amal shaleh dan kesiapan spiritual. Ketika bumi "melahirkan" semua rahasianya, tidak ada lagi kesempatan untuk bersembunyi dari pertanggungjawaban perbuatan kita.
Ketakutan yang ditimbulkan oleh deskripsi fisik kiamat dalam Al Zalzalah bertujuan membangkitkan rasa takut yang bermanfaat—takut kepada Allah—yang pada akhirnya membawa kepada ketaatan dan ketenangan hidup yang sejati, karena kita tahu bahwa pertanggungjawaban itu pasti datang.