Informasi Seputar Alamat Gus Baha dan Lokasi Pengajian

Lokasi Dakwah

Ilustrasi Masjid sebagai simbol pusat kegiatan pengajian.

Pentingnya Mengetahui Alamat Gus Baha

K.H. Bahauddin Nursalim, yang lebih akrab disapa Gus Baha, adalah salah satu ulama karismatik yang memiliki pengaruh besar dalam kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat umum di Indonesia. Ceramahnya yang populer, diselingi humor segar namun tetap mengacu pada dalil-dalil kuat dari Al-Qur'an dan Hadis, menarik jutaan jamaah dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, informasi mengenai alamat Gus Baha—baik alamat rumah maupun jadwal dan lokasi pengajian beliau—menjadi hal yang sangat dicari.

Mengetahui lokasi utama beliau sangat penting bagi santri, jamaah setia, maupun mereka yang ingin mengirimkan surat atau permohonan konsultasi keagamaan. Namun, perlu dipahami bahwa Gus Baha adalah figur publik yang kegiatannya sangat padat, sehingga alamat pribadi beliau sering kali dijaga ketat demi privasi dan keamanan. Fokus utama pencarian biasanya tertuju pada lokasi pesantren tempat beliau mengajar dan mengurus umat.

Lokasi Utama: Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3M

Pusat kegiatan utama dan kediaman informal Gus Baha berpusat di Rembang, Jawa Tengah. Lokasi paling sering dikaitkan dengan beliau adalah Pondok Pesantren (PP) yang didirikan oleh almarhum ayah beliau, K.H. M. Nursalim al-Hafizh. Pesantren ini dikenal dengan nama Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3M (Lembaga Pengelola dan Pengembangan Pembelajaran Masyarakat).

Nama Pesantren: Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3M

Lokasi Utama: Desa Kragan, Kecamatan Narukan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia.

Fokus: Pendidikan Tahfidz Al-Qur'an dan kajian kitab kuning.

Bagi para peziarah atau mereka yang ingin bersilaturahmi, area Rembang ini adalah titik awal yang paling tepat. Meskipun demikian, mengingat jadwal beliau yang sangat fleksibel dan sering mengisi undangan di berbagai daerah, jamaah dihimbau untuk selalu mengecek informasi terbaru mengenai jadwal resmi sebelum melakukan perjalanan jauh.

Jadwal Pengajian dan Lokasi Dakwah Publik

Gus Baha dikenal sebagai seorang yang rajin bersilaturahmi dan mengisi pengajian di berbagai kota, baik undangan resmi dari instansi pemerintah, organisasi Islam, maupun majelis taklim masyarakat. Oleh karena itu, mencari alamat Gus Baha sering kali berarti mencari jadwal pengajian terdekat dari lokasi jamaah.

Beberapa lokasi dakwah publik yang sering menjadi tujuan jamaah antara lain masjid-masjid besar di Jawa Timur, Jawa Tengah, atau bahkan acara nasional di Jakarta. Informasi ini biasanya disebarkan melalui kanal media sosial resmi beliau atau melalui pengurus majelis yang mengundang. Penting untuk membedakan antara alamat kediaman pribadi yang sifatnya tertutup dengan lokasi majelis terbuka yang sengaja disediakan untuk umum.

Pencarian daring seringkali mengarah pada informasi yang cepat berubah. Jika Anda mencari lokasi pengajian spesifik, gunakan kata kunci yang lebih detail seperti "Jadwal Pengajian Gus Baha [Nama Kota]" untuk hasil yang lebih akurat. Pastikan sumber informasi berasal dari akun resmi untuk menghindari kekeliruan jadwal atau lokasi. Kehadiran Gus Baha di suatu daerah seringkali menarik ribuan jamaah, sehingga persiapan transportasi dan pengamanan lokasi selalu menjadi pertimbangan utama panitia setempat.

Etika Bertemu dan Mengunjungi Lokasi

Mengunjungi kediaman atau lokasi pengajian Gus Baha memerlukan etika dan adab yang baik. Mengingat beliau adalah seorang ulama besar, para pengunjung diharapkan menjaga ketenangan dan tidak mengganggu rutinitas harian beliau atau kegiatan santri di pesantren. Jika berkunjung langsung ke alamat di Rembang, sebaiknya lakukan konfirmasi terlebih dahulu melalui perwakilan pesantren jika memungkinkan.

Kajian Gus Baha selalu menekankan pentingnya akhlak mulia. Menghargai privasi beliau dan mematuhi aturan yang berlaku di lokasi pengajian adalah bentuk penghormatan tertinggi yang bisa diberikan oleh jamaah. Dengan informasi mengenai alamat Gus Baha yang terpusat di Rembang, jamaah dapat merencanakan kunjungan mereka dengan lebih terarah, namun selalu ingat bahwa fokus utama adalah mendengarkan ilmu, bukan sekadar bertemu secara fisik. Keberkahan ilmu yang beliau sebarkan adalah tujuan utama setiap jamaah.

🏠 Homepage