Simbol Petunjuk dan Jalan Lurus

Memahami Arti Surat Al-Isra Ayat 10

Teks dan Terjemahan Surat Al-Isra Ayat 10

Surat Al-Isra (atau dikenal juga sebagai Bani Israil) adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an. Ayat ke-10 dari surat ini memiliki makna yang sangat penting terkait petunjuk bagi umat manusia mengenai jalan yang harus ditempuh, terutama dalam menghadapi konsekuensi perbuatan.

Berikut adalah teks Arab dan terjemahannya:

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

(10) Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling benar dan memberikan berita gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.

Penjelasan Mendalam Mengenai Arti Surat Al-Isra Ayat 10

Ayat ini secara lugas menyatakan peran fundamental Al-Qur'an dalam kehidupan seorang Muslim. Kata kunci utama dalam ayat ini adalah "petunjuk kepada jalan yang paling benar" (لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ).

1. Al-Qur'an sebagai Kompas Moral

Makna "jalan yang paling benar" (aqwam) merujuk pada jalan yang paling lurus, paling tegak, paling logis, dan paling membawa kebaikan dunia dan akhirat. Ini bukan sekadar petunjuk ritual, tetapi panduan hidup menyeluruh (syariat, akhlak, muamalah, dan akidah). Al-Qur'an menuntun manusia keluar dari kegelapan keraguan, kekeliruan filosofis, dan kezaliman sosial menuju cahaya kebenaran yang absolut.

Ketika Allah SWT menyebutkan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk terbaik, ini menyiratkan bahwa tidak ada sistem atau ideologi lain yang dapat memberikan kedamaian sejati dan keadilan mutlak seperti yang ditawarkan oleh wahyu ilahi ini.

2. Kabar Gembira bagi Orang Beramal Saleh

Ayat ini tidak berhenti hanya pada pemberian petunjuk, tetapi dilanjutkan dengan janji ganjaran. Janji ini secara spesifik ditujukan kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh. Ini menunjukkan bahwa iman saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan tindakan nyata.

Amal saleh adalah manifestasi dari keimanan. Jika seseorang meyakini kebenaran Al-Qur'an, maka keyakinan itu harus terwujud dalam bentuk perbuatan baik, baik itu ketaatan vertikal kepada Allah (ibadah) maupun perbuatan baik horizontal kepada sesama manusia dan lingkungan.

3. Pahala yang Besar (Ajrun Kabir)

Ganjaran yang dijanjikan adalah "pahalanya yang besar" (أَجْرًا كَبِيرًا). Frasa ini memberikan motivasi luar biasa. Dalam konteks ayat-ayat sebelumnya dan sesudahnya yang membahas tentang peringatan terhadap kesesatan dan kezaliman, janji pahala besar ini menjadi penyeimbang dan harapan bagi mereka yang bersungguh-sungguh mengikuti petunjuk Al-Qur'an.

Pahala besar ini diinterpretasikan oleh para ulama sebagai kenikmatan abadi di surga, keridhaan Allah, serta keberkahan dalam setiap langkah kehidupan duniawi yang dijalani sesuai tuntunan-Nya.

Relevansi Ayat dalam Kehidupan Modern

Di era informasi yang serba cepat dan penuh bias, arti Surat Al-Isra ayat 10 menjadi semakin relevan. Manusia modern sering kali terjebak dalam berbagai "jalan" yang ditawarkan oleh budaya populer, filsafat duniawi, atau kepentingan materi, yang sering kali terbukti menyesatkan atau membawa kehancuran.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa di tengah keragaman pilihan, hanya Al-Qur'an yang menawarkan fondasi moral yang tidak lekang oleh zaman. Mengikuti petunjuk Al-Qur'an berarti memilih jalan yang tidak hanya memberikan kepuasan sesaat, tetapi juga menjamin keberhasilan jangka panjang.

Inti dari ayat 10 Al-Isra adalah seruan untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber hukum dan etika utama, dan sebagai konsekuensinya, kita harus berusaha keras mewujudkan ajaran tersebut dalam bentuk amal perbuatan nyata. Hanya dengan kombinasi iman yang benar (keyakinan pada Al-Qur'an) dan amal saleh (pelaksanaan petunjuknya), seseorang dapat mengklaim janji agung berupa pahala besar dari Allah SWT.

🏠 Homepage