Memahami Arti Surat Al-Isra Ayat 17

QS 17:17

Ilustrasi Ketetapan dan Jalan Lurus

Teks dan Terjemahan Surat Al-Isra Ayat 17

Surat Al-Isra, juga dikenal sebagai Bani Israil, adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an. Ayat ke-17 surat ini memuat peringatan keras dari Allah SWT kepada mereka yang melakukan kezaliman, kekufuran, dan kesesatan setelah menerima petunjuk.

وَاَكْثَرَكُمْ فِي الْاَرْضِۗ فَمَنْ اَكْثَرَ مِنْكُمْ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ غَيْرُ مُتَّخِذٍ ۗ وَاتَّخَذُوْهَا هُزُوًا ۗ اُولٰٓئِكَ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: "Dan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan setelah Nuh. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa-dosa hamba-hamba-Nya. Dan sungguh telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat), dan Kami jadikan ia petunjuk bagi Bani Israil, (Kami berfirman): "Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku."" (Catatan: Teks terjemahan di atas mungkin sedikit berbeda tergantung mushaf, namun fokus utama ayat 17 adalah peringatan tentang kerusakan dan kesesatan setelah datangnya petunjuk).

Arti Inti Surat Al-Isra Ayat 17

Ayat 17 dari Surat Al-Isra memiliki konteks yang mendalam terkait sejarah umat-umat terdahulu dan peringatan bagi umat Nabi Muhammad SAW. Secara umum, ayat ini berbicara tentang konsekuensi dari penyimpangan dari jalan Allah setelah mendapatkan petunjuk yang jelas.

Ayat ini seringkali dibahas dalam konteks peringatan terhadap kesombongan dan penyalahgunaan kekuasaan atau kemakmuran yang diberikan Allah. Ketika suatu kaum diberi kelapangan hidup atau kekuasaan di muka bumi (seperti yang disiratkan dalam ayat sebelumnya atau ayat yang berdekatan), namun bukannya bersyukur dan menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada Allah, mereka malah menggunakannya untuk melakukan kerusakan, kesesatan, atau bahkan menjadikan ajaran Allah sebagai bahan olok-olokan.

Konsep Istidraj: Peringatan Keras

Bagian paling krusial dari pemahaman arti surat Al-Isra ayat 17 adalah mengenai konsep "sanastadrijuhum min haitsu la ya'lamun", yang berarti "Kami akan menarik mereka secara bertahap dari arah yang tidak mereka sadari." Konsep ini dikenal dalam Islam sebagai Istidraj.

Istidraj adalah sebuah siksaan atau penundaan hukuman ilahiah. Ketika seseorang atau sekelompok orang terus menerus melakukan maksiat, kemaksiatan, dan menolak petunjuk Allah, namun Allah justru memberikan mereka kesenangan duniawi yang semakin bertambah—kekayaan, jabatan, atau kesuksesan yang tampak—ini bukanlah tanda keridhaan Allah, melainkan sebuah jebakan. Allah membiarkan mereka semakin tenggelam dalam kesesatan, merasa bahwa cara hidup mereka benar karena seolah-olah didukung oleh hasil duniawi.

Penarikan bertahap ini sangat berbahaya karena melenakan pelakunya. Mereka tidak sadar bahwa setiap kemudahan yang mereka rasakan adalah langkah mendekati azab yang lebih besar dan tiba-tiba. Allah tidak langsung menghukum mereka agar mereka memiliki kesempatan untuk bertaubat. Namun, jika kesombongan terus berlanjut, kehancuran akan datang pada saat yang mereka anggap paling aman.

Pelajaran Penting dari Ayat Ini

  1. Syukur dan Kehati-hatian: Ayat ini mengajarkan bahwa kenikmatan dunia harus selalu disikapi dengan rasa syukur dan kewaspadaan. Kemakmuran bukanlah jaminan bahwa seseorang berada di jalan yang benar.
  2. Bahaya Kesesatan Terstruktur: Ayat ini memperingatkan tentang bahaya menyalahgunakan posisi untuk menyesatkan orang lain dari jalan Allah (li yudilla 'an sabilillah).
  3. Keadilan Allah yang Bertahap: Pemahaman tentang Istidraj mengingatkan bahwa lambatnya hukuman di dunia bukanlah berarti Allah lalai. Sebaliknya, penangguhan hukuman adalah bentuk peringatan yang memberikan kesempatan untuk introspeksi diri sebelum azab yang sesungguhnya tiba.

Oleh karena itu, arti Surat Al-Isra ayat 17 adalah pengingat universal bahwa kemajuan dan kelapangan hidup harus selalu diiringi dengan ketaatan mutlak kepada prinsip-prinsip ilahi. Jika petunjuk telah datang (baik melalui Al-Qur'an atau nabi), maka menolaknya sambil berbuat kerusakan di muka bumi akan mendatangkan konsekuensi yang jauh lebih dahsyat daripada yang dibayangkan.

🏠 Homepage