Surah Al-Zalzalah (Keguncangan) adalah salah satu surat pendek namun padat makna dalam Al-Qur'an. Ayat 1 hingga 8 secara spesifik melukiskan gambaran yang sangat jelas dan mengerikan tentang apa yang akan terjadi pada hari kiamat, sebuah peristiwa yang merupakan inti dari keimanan seorang Muslim. Ayat-ayat ini berfungsi sebagai peringatan keras mengenai pertanggungjawaban universal atas setiap perbuatan, sekecil apa pun.
1. إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan hebatnya,2. وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
dan bumi mengeluarkan isi beratnya,3. وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا
dan manusia bertanya, "Mengapa bumi ini?"4. يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya,5. بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا
karena Rabb-mu telah memerintahkannya.6. يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
Pada hari itu manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok, agar diperlihatkan kepada mereka (akibat) perbuatan mereka.7. فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya.8. وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya.Ayat pertama, "Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan hebatnya," langsung membawa kita pada deskripsi kehancuran total yang menandai dimulainya Hari Kiamat. Guncangan ini bukan sekadar gempa bumi biasa yang kita kenal; ini adalah guncangan dahsyat yang melenyapkan semua tatanan fisik dunia. Semua yang dibangun manusia akan menjadi rata dengan tanah.
Ayat kedua, "...dan bumi mengeluarkan isi beratnya," memberikan gambaran visual yang menakutkan. Para mufassir menafsirkan "isi berat" ini sebagai semua mayat manusia yang telah dikubur di dalamnya. Bumi akan memuntahkan kembali jasad-jasad yang telah lama menjadi debu, sebagai persiapan untuk proses kebangkitan (ba'ats).
Kepanikan luar biasa melanda makhluk hidup. Ketika fenomena fisika tak terbayangkan ini terjadi, manusia yang menyaksikan keanehan tersebut hanya bisa terheran-heran dan bertanya, "Mengapa bumi ini?" (Ayat 3). Pertanyaan ini lahir dari ketidakmampuan akal manusia untuk memahami skala bencana tersebut.
Keunikan dari Surah Al-Zalzalah terletak pada peran bumi itu sendiri. Ayat 4 dan 5 menjelaskan: "Pada hari itu, bumi menyampaikan beritanya, karena Rabb-mu telah memerintahkannya." Ini adalah salah satu bukti kebesaran Allah SWT. Bumi yang selama ini diam, yang menjadi pijakan kita, tempat kita menumpuk harta, tempat kita melakukan kebaikan dan kemaksiatan, akan diperintahkan untuk menjadi saksi. Ia akan melaporkan semua kejadian yang pernah terjadi di permukaannya, tanpa bisa dibohongi.
Perintah dari Allah ini memastikan bahwa tidak ada satu pun perbuatan, baik yang tersembunyi maupun yang terlihat, yang akan terlewatkan dari pencatatan. Bumi menjadi saksi bisu yang kini berbicara atas izin Ilahi.
Setelah bumi bersaksi, manusia akan dikumpulkan. Ayat 6 menegaskan bahwa pada hari itu manusia keluar dari kubur mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok (asyataatan), bukan lagi berkelompok sesuai bangsa atau kepentingan duniawi, melainkan untuk melihat hasil akhir dari amal perbuatan mereka. Tujuan utama pengumpulan ini adalah perhitungan (hisab).
Puncak peringatan Al-Zalzalah terdapat pada dua ayat terakhir (7 dan 8). Ayat ini menyampaikan prinsip keadilan yang mutlak: "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (atom terkecil), niscaya dia akan melihatnya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya."
Konsep "seberat zarrah" menekankan bahwa dalam timbangan Allah, tidak ada yang terlalu kecil untuk diperhitungkan. Kebaikan sekecil apa pun, seperti senyuman tulus atau menyingkirkan duri di jalan, akan mendapatkan balasannya. Sebaliknya, kejahatan sekecil apa pun—gosip kecil, dusta yang diremehkan—juga akan ditampakkan. Ini adalah jaminan keadilan sempurna yang menghilangkan keraguan manusia terhadap pengawasan Tuhan.
Oleh karena itu, Surah Al-Zalzalah 1-8 ini bukan hanya gambaran kiamat, tetapi juga panggilan mendesak bagi setiap individu untuk meningkatkan kesadaran moral dan spiritual dalam setiap tindakan, karena bumi dan hari penghisaban sedang menunggu untuk melaporkan semuanya.