Memahami Ayat Idza Zulzilatil Ardhu Zalzalah

Ilustrasi Guncangan Bumi dan Timbangan

Ayat yang seringkali memicu perenungan mendalam mengenai akhir zaman dan hari perhitungan adalah firman Allah SWT yang terangkum dalam Surah Al-'Adiyat, yang dimulai dengan lafaz "Idza zulzilatil ardu zilzalaha".

Kedudukan Surah Al-'Adiyat

Lafaz "Idza zulzilatil ardu zalzalah" merupakan ayat pertama dari Surah ke-100 dalam Al-Qur'an, yaitu Surah Al-'Adiyat (العَادِيَات). Surah ini tergolong dalam kelompok Makkiyah, yang berarti diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Meskipun pendek, surah ini memiliki bobot ajaran yang sangat besar, berfokus pada pentingnya amal perbuatan, kesetiaan manusia terhadap Tuhannya, dan konsekuensi dari perbuatan tersebut pada Hari Kiamat.

Teks dan Terjemahan Ayat Pembuka

Surah Al-'Adiyat terdiri dari 11 ayat. Ayat pembukaannya secara tegas menggambarkan suasana dahsyat yang akan melanda bumi saat terjadinya kiamat.

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat,

Ayat ini membuka pembahasan dengan sebuah gambaran yang menakutkan. Kata "Zalzalah" (زلزال) berarti guncangan hebat atau gempa bumi yang luar biasa dahsyat. Goncangan ini bukanlah gempa biasa yang sering terjadi di dunia, melainkan goncangan yang menandai akhir dari kehidupan duniawi dan dimulainya kehidupan akhirat.

Makna di Balik Guncangan Dahsyat

Para mufasir menjelaskan bahwa guncangan yang dimaksud dalam ayat "Idza zulzilatil ardu zalzalah" adalah goncangan terakhir yang mengakhiri masa dunia. Ketika bumi diguncang sedemikian rupa, alam semesta akan mengalami kekacauan besar. Gunung-gunung yang tadinya kokoh akan tercerai-berai, lautan akan meluap, dan segala bangunan serta struktur yang dibangun manusia akan hancur lebur.

Mengapa Allah SWT memilih untuk memulai surah ini dengan gambaran kengerian tersebut? Para ulama menafsirkan bahwa kengerian tersebut berfungsi sebagai peringatan keras. Ia mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia ini fana dan rapuh, dan bahwa ada suatu hari di mana semua keteraturan yang kita nikmati akan lenyap seketika. Tujuan dari peringatan ini adalah agar manusia segera bertaubat, memperbaiki amalan, dan tidak terpedaya oleh kesenangan duniawi yang fana.

Perubahan Keadaan Bumi

Ayat selanjutnya dalam surah ini (Ayat 2) melengkapi gambaran kengerian tersebut:

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

2. dan bumi mengeluarkan beban beratnya,

Ketika bumi mengalami goncangan hebat, ia akan memuntahkan semua yang terpendam di dalamnya—bukan hanya harta karun, tetapi juga mayat-mayat manusia yang selama ini terkubur. Ini adalah saat di mana rahasia terdalam bumi akan terungkap di hadapan Allah SWT. Semua yang tersembunyi akan terlihat jelas, termasuk amal perbuatan manusia yang telah tercatat.

Konteks Surah Al-'Adiyat Secara Keseluruhan

Setelah menggambarkan kengerian kiamat, Surah Al-'Adiyat kemudian beralih membahas tentang kuda perang (Al-'Adiyat) yang berlari kencang dengan napas terengah-engah. Kuda-kuda ini melambangkan semangat para pejuang yang berjuang di jalan Allah, seringkali diiringi dengan sumpah Allah atas nama mereka:

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا

3. dan kuda perang yang menarik napas (karena berlari kencang),

Sumpah-sumpah ini diletakkan di awal surah sebelum ditutup dengan penegasan bahwa manusia itu sangat ingkar terhadap nikmat Tuhannya (Ayat 6). Keterkaitan antara goncangan bumi, pengungkapan isi perut bumi, dengan sumpah atas kuda perang adalah untuk menekankan bahwa manusia seringkali lalai dan tidak mensyukuri nikmat, bahkan ketika mereka sedang dalam kesibukan mencari duniawi (seperti mengejar harta atau perang).

Pada akhirnya, Surah yang diawali dengan ayat "Idza zulzilatil ardu zalzalaha" ini mengajak setiap individu untuk merenungkan pertanggungjawaban amal. Sebab, ketika bumi telah mengeluarkan semua isinya dan semua rahasia terungkap, manusia akan melihat dengan jelas hasil dari setiap tindakannya di dunia. Maka, ayat ini menjadi pengingat abadi untuk selalu beramal saleh sebelum datangnya hari penimbangan amal yang dahsyat.

🏠 Homepage