Surah Al-Ma'idah, yang merupakan surah kelima dalam Al-Qur'an, dikenal sebagai salah satu surah Madaniyah terakhir yang diturunkan. Ayat ketiganya memegang posisi yang sangat fundamental dalam ajaran Islam, sering kali disebut sebagai ayat penyempurna agama. Ayat ini memuat deklarasi bahwa agama Islam telah disempurnakan oleh Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah teks ayat ke-3 Surah Al-Ma'idah dalam bahasa Arab:
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agamamu." (QS. Al-Ma'idah: 3)
Frasa "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu" membawa implikasi yang sangat luas. Kesempurnaan ini tidak berarti bahwa ajaran Islam statis dan tidak memerlukan pemahaman baru, melainkan bahwa seluruh pondasi, prinsip, hukum, dan ajaran pokok Islam telah ditetapkan secara final oleh Allah SWT melalui wahyu-Nya. Tidak akan ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW yang membawa syariat baru yang menggantikan syariat Islam.
Kesempurnaan ini mencakup akidah (keimanan), ibadah, akhlak, dan muamalah (interaksi sosial). Kaidah-kaidah untuk menjalani kehidupan yang lurus dan diridhai Allah telah termaktub lengkap. Ini memberikan jaminan bagi umat Muslim bahwa mereka memegang pedoman hidup yang utuh dan paripurna.
Ayat ini juga menegaskan bahwa Islam adalah agama yang komprehensif, mampu menjawab tantangan zaman asalkan umatnya berpegang teguh pada sumber-sumbernya yang otentik: Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Ayat tersebut melanjutkan dengan penegasan, "dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku." Nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada umat Islam adalah nikmat iman dan petunjuk berupa agama Islam itu sendiri. Ketika agama telah sempurna, maka seluruh kenikmatan duniawi dan ukhrawi yang hakiki telah terwujud dalam bentuk petunjuk ilahi.
Para mufassir sering mengaitkan waktu turunnya ayat ini dengan peristiwa penting, yaitu ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan Haji Wada' (Haji Perpisahan). Pada momen bersejarah tersebut, Allah SWT menguatkan bahwa risalah kenabian telah selesai dilaksanakan, dan umat Islam kini berdiri di atas landasan syariat yang utuh.
Puncak penegasan dalam ayat ini adalah pengakuan Allah SWT, "dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agamamu." Keridhaan Allah adalah tujuan tertinggi bagi setiap Muslim. Ketika Allah sendiri yang menyatakan keridhaan-Nya terhadap Islam sebagai jalan hidup, maka itu adalah validasi tertinggi atas kebenaran ajaran yang dibawa.
Hal ini sekaligus menjadi peringatan. Jika Islam telah diridhai Allah sebagai satu-satunya jalan, maka mencari keridhaan melalui jalan lain yang bertentangan dengan syariat Islam adalah sia-sia dan menjerumuskan. Kesempurnaan agama menuntut pemeluknya untuk totalitas dalam pengabdiannya.
Di era modern dengan berbagai tantangan ideologis, pemahaman mendalam terhadap ayat ini sangat krusial. Ayat ke-3 Al-Ma'idah adalah benteng aqidah yang mengingatkan umat bahwa mereka tidak memerlukan penambahan atau pengurangan substansial dalam ajaran agama mereka. Jika terjadi gejolak pemikiran atau munculnya pandangan yang menyimpang, jawabannya harus kembali kepada pemahaman utuh dari ayat yang telah disempurnakan ini.
Tugas umat Islam kemudian adalah menjaga, memahami, mengamalkan, dan menyebarkan kesempurnaan ajaran ini, sambil terus melakukan ijtihad dalam konteks aplikasi hukum (fiqh) tanpa mengubah prinsip dasar (ushul) yang telah ditetapkan dalam agama yang telah diridhai ini.
Memahami ayat ini adalah kunci untuk menenangkan hati dan menguatkan keyakinan bahwa petunjuk yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah final dan paripurna, menjadikannya agama yang diridhai Allah hingga akhir zaman.