Banyak pria sering bertanya-tanya mengenai volume ejakulasi yang dianggap normal. Volume ejakulasi bervariasi, namun secara umum, volume normal berkisar antara 1,5 hingga 5 mililiter per ejakulasi. Volume yang lebih rendah dari ini terkadang menjadi perhatian, meskipun tidak selalu menandakan masalah kesuburan serius. Kualitas dan motilitas sperma seringkali lebih penting daripada volume semata. Namun, jika Anda ingin mengetahui cara agar sperma bisa keluar banyak, ada beberapa faktor gaya hidup dan nutrisi yang dapat Anda perhatikan dan optimalkan.
Peningkatan volume ejakulasi seringkali berkaitan erat dengan hidrasi yang baik, kesehatan prostat, dan rutinitas seksual yang teratur. Penting untuk diingat bahwa volume cairan ejakulat terdiri dari sperma (hanya sekitar 1-5%) dan cairan seminal yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Oleh karena itu, menjaga kesehatan organ-organ ini sangat krusial.
Ini adalah langkah paling dasar namun sering diabaikan dalam upaya cara agar sperma keluar banyak. Cairan ejakulat sangat bergantung pada kandungan air dalam tubuh Anda. Dehidrasi ringan saja sudah dapat mengurangi volume cairan yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis.
Nutrisi memainkan peran besar dalam produksi cairan seminal yang optimal. Beberapa nutrisi tertentu diketahui mendukung kesehatan kelenjar reproduksi dan meningkatkan volume cairan.
Catatan Penting: Meskipun beberapa suplemen herbal diklaim dapat meningkatkan volume, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai rejimen suplemen, terutama yang mempengaruhi hormon.
Secara logis, semakin lama Anda menahan diri untuk ejakulasi, semakin banyak cairan yang dapat terakumulasi. Namun, abstinensi yang terlalu lama (lebih dari 5-7 hari) dapat menurunkan kualitas dan motilitas sperma yang terakumulasi, meskipun volume totalnya mungkin sedikit meningkat.
Untuk volume yang optimal, banyak ahli menyarankan untuk melakukan ejakulasi setiap 2 hingga 3 hari sekali. Ini memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk memproduksi dan mengisi kembali cairan tanpa menyebabkan sperma menjadi "tua" atau kurang aktif.
Kelenjar prostat bertanggung jawab atas sebagian besar volume cairan ejakulasi. Menjaga prostat tetap sehat adalah kunci untuk memastikan produksi cairan yang lancar dan berkualitas.
Stres kronis dapat meningkatkan kadar kortisol, yang pada gilirannya dapat menekan produksi testosteron. Testosteron adalah hormon utama yang terlibat dalam fungsi seksual dan produksi semen. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas (7-9 jam) dan menerapkan teknik manajemen stres seperti meditasi atau hobi yang menenangkan.
Jika Anda telah menerapkan gaya hidup sehat di atas namun volume ejakulasi Anda tetap sangat rendah (di bawah 1,5 ml) secara konsisten, atau jika Anda mengalami nyeri saat ejakulasi, atau penurunan libido yang drastis, ini bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis yang mendasarinya, seperti obstruksi saluran ejakulasi, masalah hormonal, atau infeksi. Konsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi adalah langkah terbaik untuk diagnosis yang akurat.