Ilustrasi: Mencari Keseimbangan dalam Respons Seksual.
Banyak pria mencari cara untuk meningkatkan daya tahan seksual mereka, sering kali diartikan sebagai cara agar sperma tidak mudah keluar atau menunda ejakulasi. Ini adalah keinginan yang wajar, baik untuk meningkatkan kepuasan pasangan maupun mengurangi kecemasan performa. Mengontrol ejakulasi bukan hanya tentang teknik fisik, tetapi juga melibatkan aspek psikologis dan kebiasaan.
Ejakulasi dini (ED) terjadi ketika seorang pria ejakulasi lebih cepat dari yang diinginkan. Jika ini terjadi sesekali, itu mungkin bukan masalah besar. Namun, jika ini menjadi pola yang konsisten dan menimbulkan stres, diperlukan pendekatan yang terstruktur.
Otot dasar panggul, khususnya otot pubococcygeus (PC), memainkan peran penting dalam mengontrol refleks ejakulasi. Dengan memperkuat otot ini, Anda dapat meningkatkan kontrol sadar atas sensasi yang mengarah pada klimaks.
Konsistensi adalah kunci. Dalam beberapa minggu, Anda mungkin mulai merasakan peningkatan kontrol.
Teknik ini adalah metode perilaku yang sangat efektif untuk melatih otak dan tubuh mengenali ambang batas ejakulasi. Tujuannya adalah untuk menjadi lebih sadar akan tingkat gairah Anda.
Saat Anda merasa hampir mencapai titik klimaks (titik tanpa bisa kembali), segera hentikan semua stimulasi seksual. Tunggu hingga gairah mereda sedikit, kemudian mulailah lagi secara perlahan. Ulangi proses ini 3 hingga 4 kali sebelum mengizinkan ejakulasi terjadi.
Teknik ini mirip dengan Start-Stop, tetapi melibatkan stimulasi fisik langsung pada penis.
Ketika Anda merasa sangat dekat dengan ejakulasi, hentikan stimulasi dan gunakan ibu jari dan jari telunjuk Anda untuk menekan pangkal kepala penis (glans) dengan lembut namun tegas selama sekitar 20-30 detik. Penekanan ini akan mengurangi dorongan ejakulasi. Setelah sensasi mereda, lanjutkan kembali aktivitas seksual.
Faktor psikologis seringkali menjadi penyebab utama ejakulasi cepat. Kecemasan performa, pikiran negatif, atau terlalu fokus pada perasaan orgasme dapat mempercepat pelepasan.
Fokus pada Sensasi Pasangan: Alihkan perhatian Anda dari kekhawatiran internal mengenai "berlangsung lama" dan fokuskan sepenuhnya pada sensasi yang Anda rasakan di momen itu, serta pada kenikmatan pasangan Anda. Teknik ini membantu menenangkan sistem saraf yang terlalu terstimulasi.
Beberapa posisi seksual memberikan stimulasi yang lebih intens daripada yang lain. Posisi di mana pria menerima stimulasi paling banyak (seperti posisi misionaris standar) mungkin lebih cepat memicu ejakulasi.
Cobalah posisi di mana Anda memiliki lebih banyak kontrol atas ritme dan kedalaman penetrasi, seperti posisi di mana pasangan berada di atas (woman on top). Posisi ini memungkinkan Anda untuk mengatur kecepatan tanpa tekanan langsung pada respons tubuh Anda.
Kondom lateks yang tebal atau kondom yang diformulasikan khusus untuk memperlambat ejakulasi (sering kali mengandung sedikit anestesi topikal seperti benzokain) dapat mengurangi sensitivitas penis. Ini memberikan lapisan tambahan antara rangsangan dan saraf, yang secara fisik membantu menunda klimaks.
Jika setelah mencoba berbagai teknik ini selama beberapa minggu hingga bulan Anda masih merasa kesulitan mengontrol ejakulasi, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan, seperti urolog atau terapis seks. Mereka dapat membantu mengidentifikasi akar masalah—apakah itu masalah fisik, hormonal, atau psikologis—dan merekomendasikan terapi perilaku yang lebih mendalam atau, jika perlu, pengobatan.
Ingatlah bahwa kontrol ejakulasi adalah keterampilan yang membutuhkan latihan dan kesabaran. Jangan berkecil hati jika hasilnya tidak instan. Dengan pendekatan yang konsisten dan kesadaran diri, Anda dapat meningkatkan daya tahan dan kepuasan seksual Anda.