Meningkatkan kualitas dan kuantitas sel sperma adalah kunci kesuburan.
Volume air mani (semen) adalah salah satu indikator kesuburan pria. Secara medis, volume ejakulasi yang sehat biasanya berkisar antara 1,5 ml hingga 5 ml per ejakulasi. Volume yang rendah (hipospermia) dapat mengurangi peluang sperma mencapai sel telur, sehingga menurunkan kemungkinan pembuahan.
Banyak pria mencari cara untuk meningkatkan produksi sperma. Meskipun faktor genetik berperan, gaya hidup, pola makan, dan kebiasaan harian memiliki dampak signifikan terhadap kuantitas dan motilitas (pergerakan) sperma.
Apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh sangat memengaruhi kesehatan reproduksi Anda. Beberapa nutrisi bertindak sebagai antioksidan kuat yang melindungi sperma dari kerusakan radikal bebas, sementara yang lain mendukung pembentukan sel sperma yang sehat:
Obesitas atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan suhu skrotum (kantung zakar), yang merupakan musuh utama produksi sperma sehat. Suhu yang terlalu panas menghambat spermatogenesis.
Sebaliknya, olahraga teratur membantu menjaga kadar testosteron optimal. Namun, perlu diingat bahwa olahraga yang berlebihan, terutama bersepeda jarak jauh tanpa sadel yang tepat, terkadang dapat menekan volume ejakulasi sementara karena efek panas atau tekanan.
Testis harus berfungsi pada suhu yang sedikit lebih rendah dari suhu tubuh inti. Untuk memaksimalkan produksi sperma, hindari:
Mengelola suhu skrotum adalah salah satu cara paling mendasar untuk mendukung proses pembentukan sperma yang efisien.
Merokok terbukti merusak kualitas sperma, mengurangi jumlah, motilitas, dan meningkatkan kerusakan DNA. Alkohol, jika dikonsumsi berlebihan, dapat menurunkan kadar testosteron dan mengganggu fungsi ereksi serta ejakulasi.
Stres kronis meningkatkan kadar hormon kortisol. Tingkat kortisol yang tinggi dapat secara tidak langsung menekan produksi hormon reproduksi, termasuk testosteron. Pastikan Anda mendapatkan tidur berkualitas selama 7-9 jam setiap malam, karena banyak proses hormonal vital terjadi saat tidur nyenyak.
Meskipun terdengar kontradiktif, menahan ejakulasi terlalu lama (misalnya lebih dari 5-7 hari) tidak selalu meningkatkan volume total sperma; bahkan bisa menurunkan kualitasnya karena sperma menjadi lebih tua dan kurang bertenaga. Ejakulasi yang teratur (misalnya, setiap 2-3 hari) cenderung menjaga volume dan motilitas tetap optimal untuk pembuahan.
Jika Anda dan pasangan telah berusaha selama satu tahun atau lebih untuk hamil tanpa hasil, atau jika Anda memiliki riwayat masalah kesehatan seperti varikokel, diabetes, atau masalah hormonal, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi. Mereka dapat melakukan analisis sperma (spermatogram) untuk mengukur volume, konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma secara akurat, serta menyarankan intervensi medis yang sesuai jika diperlukan.
Meningkatkan volume sperma adalah bagian dari pendekatan holistik untuk meningkatkan kesuburan pria.