Ikan arwana, dengan keanggunan dan keunikannya, telah lama menjadi primadona di dunia akuarium. Keindahan sisik yang berkilau, bentuk tubuh yang elegan, serta reputasinya sebagai pembawa keberuntungan menjadikannya incaran banyak penghobi ikan. Namun, budidaya ikan arwana bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan pemahaman mendalam, kesabaran, dan perawatan yang tepat. Artikel ini akan memandu Anda melalui seluk-beluk cara budidaya ikan arwana, mulai dari persiapan hingga perawatan pasca-budidaya.
1. Memilih Indukan Berkualitas
Langkah pertama dan terpenting dalam budidaya ikan arwana adalah memilih indukan yang berkualitas. Indukan yang sehat, aktif, dan bebas dari penyakit akan memberikan peluang keberhasilan yang lebih tinggi. Perhatikan ciri-ciri indukan yang baik:
Usia dan Ukuran: Idealnya, indukan arwana sudah mencapai usia reproduktif, biasanya di atas 3-4 tahun, dengan ukuran yang proporsional dan sehat.
Kesehatan: Periksa apakah ada luka, jamur, atau tanda-tanda penyakit pada tubuh ikan. Sirip harus mengembang sempurna dan tidak ada cacat fisik.
Perilaku: Indukan yang baik akan terlihat aktif, berenang dengan lincah, dan merespons rangsangan dengan baik.
Keturunan: Jika memungkinkan, cari tahu rekam jejak keturunan dari indukan yang akan Anda pilih. Indukan yang memiliki keturunan berkualitas akan menjadi aset berharga.
2. Persiapan Kolam atau Akuarium
Lingkungan tempat ikan arwana dibudidayakan memiliki peran krusial. Baik itu kolam terpal, kolam beton, maupun akuarium berukuran besar, semuanya harus memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi ikan.
Ukuran: Arwana membutuhkan ruang gerak yang luas. Untuk sepasang indukan, minimal siapkan akuarium berukuran 150x75x75 cm atau kolam dengan luas yang setara. Semakin luas, semakin baik.
Kualitas Air: Air bersih adalah kunci. Gunakan sistem filtrasi yang mumpuni untuk menjaga kualitas air. Parameter air yang ideal meliputi:
Suhu: 25-30 derajat Celsius
pH: 6.0-7.5
Amonia, Nitrit, Nitrat: Rendah (mendekati nol)
Suhu dan Oksigen: Pastikan suhu air stabil dan kadar oksigen terlarut cukup tinggi. Penggunaan aerator sangat direkomendasikan.
Dekorasi: Sediakan beberapa tempat persembunyian seperti akar pohon, batu, atau pot keramik, namun jangan terlalu ramai agar tidak menghalangi pergerakan ikan.
3. Pendederan dan Pemijahan
Pemijahan ikan arwana biasanya dilakukan secara alami di dalam kolam atau akuarium pemijahan. Proses ini membutuhkan kondisi lingkungan yang optimal dan waktu yang tepat.
Pengaturan Pasangan: Masukkan sepasang indukan yang sudah siap ke dalam kolam pemijahan. Berikan waktu bagi mereka untuk beradaptasi.
Pemicu Pemijahan: Perubahan suhu air secara bertahap, penambahan air baru, atau pemberian pakan yang bervariasi dapat memicu proses pemijahan.
Penjagaan Telur dan Larva: Arwana adalah ikan yang merawat telurnya di dalam mulut (mouthbrooder). Setelah telur dibuahi, pejantan akan memegang telur di dalam mulutnya hingga menetas dan siap berenang. Penting untuk memastikan tidak ada gangguan selama periode inkubasi ini, yang biasanya berlangsung sekitar 30-60 hari.
Pemberian Pakan pada Larva: Setelah larva keluar dari mulut pejantan, mereka akan mulai mencari makan. Anda bisa memberikan pakan hidup seperti kutu air atau artemia nauplii.
4. Perawatan Benih Arwana
Benih arwana yang baru menetas membutuhkan perawatan ekstra hati-hati.
Pakan: Berikan pakan yang bervariasi dan bergizi. Selain pakan hidup, pelet khusus arwana juga bisa diberikan seiring bertambahnya usia. Frekuensi pemberian pakan sebaiknya 2-3 kali sehari dalam porsi kecil.
Kualitas Air: Jaga kebersihan air secara rutin. Lakukan penggantian air secara berkala (sekitar 20-30% setiap minggu) untuk menjaga kestabilan parameter air.
Ukuran Akuarium: Seiring pertumbuhan benih, mereka membutuhkan ruang yang lebih besar. Pindahkan benih ke akuarium yang lebih besar jika sudah terlihat sempit.
Pemisahan: Jika ada benih yang menunjukkan sifat kanibalistik, segera pisahkan agar tidak memangsa saudaranya.
5. Pemberian Pakan pada Arwana Dewasa
Pakan yang seimbang sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan ikan arwana dewasa.
Variasi Pakan: Berikan pakan yang bervariasi seperti ikan kecil hidup (cupang, cere), udang, cacing sutra, atau pelet berkualitas. Variasi pakan memastikan ikan mendapatkan nutrisi yang lengkap.
Frekuensi: Pemberian pakan sebaiknya dilakukan satu kali sehari pada sore atau malam hari. Hindari memberi makan berlebihan karena dapat mencemari air.
Hindari Pakan Berlemak: Pakan yang terlalu berlemak dapat menyebabkan masalah pencernaan dan kegemukan pada ikan.
6. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit
Pencegahan adalah kunci utama dalam budidaya ikan hias.
Karantina: Selalu karantina ikan baru sebelum dimasukkan ke dalam kolam utama untuk mencegah penyebaran penyakit.
Perawatan Rutin: Lakukan pengamatan harian terhadap kondisi ikan. Jika ada tanda-tanda tidak normal, segera ambil tindakan.
Obat-obatan: Sediakan obat-obatan dasar seperti garam ikan, metilen blue, atau obat anti-jamur di rumah. Konsultasikan dengan ahli akuatik jika penyakit terlihat serius.
Budidaya ikan arwana memang menantang, namun dengan pengetahuan yang tepat dan dedikasi, Anda bisa meraih kesuksesan. Nikmati prosesnya dan saksikan keindahan ikan arwana tumbuh berkembang di tangan Anda.