Memiliki akuarium ikan hias di rumah bukan hanya sekadar tren, tetapi juga bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan menenangkan. Keindahan ikan-ikan berwarna-warni yang berenang di dalam air jernih dapat memberikan efek relaksasi setelah seharian beraktivitas. Namun, sebelum Anda terburu-buru membeli ikan, penting untuk memahami bagaimana cara membuat akuarium ikan hias yang ideal. Proses ini melibatkan beberapa langkah penting mulai dari pemilihan wadah, penyiapan substrat, hingga pengaturan ekosistem di dalamnya.
Langkah pertama adalah menentukan ukuran dan jenis wadah akuarium yang akan Anda gunakan. Ukuran akuarium sangat bergantung pada jenis dan jumlah ikan hias yang ingin Anda pelihara. Untuk pemula, disarankan untuk memulai dengan akuarium berukuran sedang, misalnya 30-60 liter. Akuarium yang lebih besar memang menawarkan stabilitas ekosistem yang lebih baik, namun juga membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Bahan akuarium umumnya terbuat dari kaca atau akrilik. Kaca lebih tahan gores, sementara akrilik lebih ringan dan tidak mudah pecah.
Penempatan akuarium sangat krusial untuk kesehatan ikan dan keberlangsungan ekosistem. Hindari menempatkan akuarium di bawah sinar matahari langsung karena dapat memicu pertumbuhan alga berlebih dan menyebabkan fluktuasi suhu air yang ekstrem. Jauhkan juga dari sumber panas seperti radiator atau ventilasi AC, serta area yang sering dilalui banyak orang atau bersentuhan langsung dengan suara keras yang dapat membuat ikan stres.
Substrat atau dasar akuarium biasanya menggunakan pasir atau kerikil khusus akuarium. Substrat ini berfungsi sebagai tempat tinggal bagi bakteri baik yang membantu mengurai limbah ikan, serta menjadi media bagi tanaman air untuk tumbuh. Pastikan Anda mencuci bersih substrat sebelum dimasukkan ke dalam akuarium untuk menghilangkan debu dan kotoran. Ketebalan substrat yang ideal adalah sekitar 5-7 cm.
Setelah substrat siap, Anda bisa mulai mengisi akuarium dengan air. Sebaiknya gunakan air yang sudah diendapkan selama 24 jam atau gunakan produk dechlorinator untuk menghilangkan klorin yang berbahaya bagi ikan. Namun, jangan langsung memasukkan ikan setelah air terisi. Anda perlu melewati proses yang disebut siklus nitrogen. Proses ini membutuhkan waktu, biasanya 2-6 minggu, di mana bakteri baik akan berkembang biak untuk mengurai amonia (dari kotoran ikan) menjadi nitrit, lalu menjadi nitrat yang lebih aman. Anda bisa mempercepat proses ini dengan menambahkan sedikit makanan ikan setiap hari tanpa ada ikan di dalamnya untuk menghasilkan amonia.
Beberapa peralatan wajib ada dalam akuarium ikan hias:
Dekorasi seperti batu, kayu apung, atau ornamen akuarium dapat mempercantik tampilan dan memberikan tempat berlindung bagi ikan. Tanaman air hidup tidak hanya memperindah, tetapi juga membantu menjaga kualitas air dengan menyerap nitrat dan menghasilkan oksigen. Pastikan semua dekorasi aman untuk akuarium dan tidak merusak kualitas air.
Setelah siklus nitrogen selesai dan semua peralatan berfungsi baik, barulah Anda bisa mulai memasukkan ikan. Lakukan secara bertahap untuk menghindari kejutan pada ekosistem akuarium. Pilih ikan yang kompatibel satu sama lain dan sesuai dengan ukuran akuarium Anda. Jangan memasukkan terlalu banyak ikan sekaligus. Proses adaptasi ikan baru ke dalam air akuarium juga penting untuk mencegah stres.
Akuarium yang indah membutuhkan perawatan rutin. Lakukan penggantian air sebagian (sekitar 10-20%) setiap minggu. Bersihkan kaca akuarium dari lumut jika diperlukan. Pantau kondisi ikan dan peralatan secara berkala. Pemberian pakan yang tepat juga sangat penting; jangan memberi makan berlebihan.
Tertarik untuk memulai? Pelajari lebih lanjut tentang jenis ikan hias dan cara merawatnya!
Mulai Sekarang!