Memiliki hewan peliharaan air seperti ikan cupang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, membeli akuarium baru terkadang bisa menjadi investasi yang cukup besar. Jangan khawatir, jika Anda memiliki botol plastik bekas yang masih layak pakai, Anda bisa menciptakan rumah yang nyaman untuk ikan kecil Anda dengan cara yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Membuat akuarium sederhana dari botol bekas adalah solusi kreatif yang bisa Anda coba di rumah.
Prosesnya tidak rumit dan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, terutama jika Anda melakukannya bersama anak-anak. Selain memberikan tempat tinggal bagi ikan, proyek ini juga mengajarkan pentingnya daur ulang dan kreativitas dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai.
Sebelum memulai, pastikan Anda telah mengumpulkan semua bahan yang diperlukan agar proses pembuatan berjalan lancar:
Cuci bersih botol plastik bekas. Pastikan tidak ada sisa minuman, sabun, atau residu lain yang dapat membahayakan ikan. Lepaskan label plastik dan lemnya jika perlu. Keringkan botol tersebut.
Ini adalah bagian terpenting yang membutuhkan kehati-hatian. Anda perlu memotong bagian atas botol untuk membuat lubang akses. Ukuran potongan bisa disesuaikan. Cobalah untuk membuat potongan yang rapi. Anda bisa menggunakan pisau cutter atau gunting tajam. Jika tepiannya terasa kasar setelah dipotong, Anda bisa menghaluskannya dengan amplas halus.
Tips Keamanan: Berhati-hatilah saat menggunakan alat pemotong. Jika Anda merasa kurang yakin, minta bantuan orang dewasa atau gunakan alat yang lebih aman.
Cuci bersih batu-batuan kecil atau kerikil yang akan dijadikan substrat. Pastikan tidak ada kotoran atau debu yang menempel. Masukkan substrat ini ke dalam bagian bawah botol yang sudah dipotong. Ketebalan substrat sekitar 2-3 cm sudah cukup.
Substrat berfungsi sebagai tempat berkembang biaknya bakteri baik yang membantu menguraikan kotoran ikan dan menjaga kualitas air, serta memberikan estetika alami pada akuarium.
Jika Anda memutuskan untuk menambahkan tanaman air, cuci bersih akar dan daunnya terlebih dahulu. Tanam tanaman air dengan hati-hati di antara substrat. Tanaman air tidak hanya mempercantik akuarium tetapi juga membantu menyediakan oksigen bagi ikan dan menyerap zat berbahaya dalam air.
Isi botol dengan air bersih. Gunakan air yang sudah diendapkan selama 24 jam atau air demineralisasi agar tidak mengandung klorin yang berbahaya bagi ikan. Isi air secukupnya, sisakan sedikit ruang di bagian atas agar ikan tidak melompat keluar.
Jika Anda menggunakan filter akuarium mini, pasang sebelum atau sesudah mengisi air sesuai petunjuk alat.
Setelah semua siap, Anda bisa memasukkan ikan cupang atau hewan air kecil lainnya. Lakukan secara perlahan agar ikan tidak stres.
Penting: Akuarium dari botol bekas ini ideal untuk satu ikan cupang, atau beberapa udang hias kecil. Jangan memaksakan terlalu banyak ikan dalam satu wadah kecil.
Meskipun sederhana, akuarium ini tetap memerlukan perawatan rutin:
Membuat akuarium dari botol bekas adalah cara yang brilian untuk memulai hobi memelihara ikan tanpa mengeluarkan banyak biaya. Selain itu, Anda telah berkontribusi dalam mengurangi sampah plastik. Selamat mencoba!