Memiliki akuarium bisa menjadi hobi yang menyenangkan dan menenangkan. Namun, membeli akuarium baru seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jangan khawatir! Anda bisa menciptakan akuarium yang indah dan unik tanpa menguras kantong dengan memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar rumah. Proyek DIY ini tidak hanya menghemat uang, tetapi juga memberikan sentuhan personal dan ramah lingkungan pada dekorasi rumah Anda.
Selain alasan finansial, membuat akuarium dari barang bekas memiliki beberapa keuntungan menarik:
Banyak benda sehari-hari yang ternyata bisa disulap menjadi wadah akuarium yang menawan. Kuncinya adalah keamanan, kebersihan, dan kemampuan menahan air. Beberapa ide populer antara lain:
Pilih Wadah yang Tepat: Cari barang bekas yang terbuat dari kaca atau plastik tebal yang cukup besar untuk menampung ikan dan dekorasi. Pastikan wadah tidak memiliki retakan atau kebocoran.
Bersihkan dengan Seksama: Cuci bersih wadah menggunakan air hangat dan sabun cuci piring ringan. Hindari penggunaan deterjen keras atau bahan kimia yang bisa berbahaya bagi ikan. Bilas berkali-kali hingga tidak ada sisa sabun. Untuk menghilangkan bau, Anda bisa merendamnya semalaman dengan campuran air dan cuka, lalu bilas lagi.
Pilih Material Aman: Gunakan batu-batuan sungai yang bersih, kayu apung yang sudah direbus untuk menghilangkan getah, atau keramik yang tidak berglazur. Hindari batu atau pasir yang bisa mengikis atau mengubah pH air secara drastis.
Keringkan dan Bersihkan: Pastikan semua material dekorasi kering dan bebas dari kotoran atau residu kimia.
Lapisan Bawah (Substrat): Tambahkan lapisan kerikil khusus akuarium atau pasir halus yang sudah dicuci bersih. Ketebalan substrat tergantung pada jenis tanaman air yang ingin Anda gunakan. Sekitar 2-3 cm sudah cukup untuk akuarium mini.
Atur Dekorasi: Mulai tata batu, kayu, atau ornamen lainnya untuk menciptakan pemandangan yang menarik. Pastikan penataan tidak menghalangi ruang gerak ikan dan memudahkan Anda saat membersihkan.
Gunakan Air yang Sudah Diendapkan: Isi wadah dengan air bersih. Sebaiknya gunakan air yang sudah diendapkan selama 24 jam untuk menghilangkan klorin, atau gunakan air kemasan yang aman untuk akuarium. Isi air perlahan agar substrat dan dekorasi tidak berantakan.
Proses Penting: Ini adalah langkah krusial sebelum memasukkan ikan. Siklus nitrogen adalah proses biologis di mana bakteri baik berkembang dan mengurai limbah ikan menjadi zat yang kurang beracun. Proses ini bisa memakan waktu 2-6 minggu. Anda bisa "memulai" siklus dengan menambahkan sedikit makanan ikan setiap hari, lalu membiarkannya membusuk. Pantau kadar amonia dan nitrit menggunakan test kit akuarium. Tunggu hingga amonia dan nitrit nol, dan nitrat mulai terdeteksi sebelum memasukkan ikan.
Jika Anda ingin menambahkan tanaman air, masukkan setelah siklus nitrogen berjalan stabil. Pilih tanaman air yang sesuai dengan ukuran akuarium Anda dan cahaya yang tersedia.
Setelah semua siap dan ikan dimasukkan, perawatan rutin tetap penting. Lakukan penggantian air sebagian (sekitar 20-30%) setiap minggu atau dua minggu sekali. Bersihkan kaca akuarium dari lumut menggunakan pembersih khusus atau sikat lembut. Perhatikan perilaku ikan; jika ada yang terlihat lesu atau menunjukkan tanda-tanda penyakit, segera cari solusinya.
Membuat akuarium unik dari barang bekas adalah cara yang memuaskan untuk menyalurkan kreativitas sekaligus peduli lingkungan. Selamat mencoba!