Memiliki akuarium yang indah dengan dekorasi yang menawan memang menjadi impian banyak pencinta ikan hias. Namun, biaya untuk membeli ornamen akuarium terkadang bisa menguras kantong. Jangan khawatir! Dengan sedikit kreativitas dan barang-barang yang mungkin sudah tidak terpakai di rumah, Anda bisa menciptakan hiasan akuarium yang unik, menarik, dan tentunya hemat biaya. Artikel ini akan membahas cara membuat hiasan aquarium dari barang bekas yang aman, fungsional, dan tentunya mempercantik hunian bawah air Anda.
Selain alasan finansial, menggunakan barang bekas untuk membuat hiasan akuarium memiliki banyak keuntungan. Pertama, ini adalah cara yang ramah lingkungan untuk mengurangi limbah. Barang-barang yang tadinya akan dibuang bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna dan estetis. Kedua, Anda bisa menciptakan ornamen yang benar-benar orisinal dan sesuai dengan tema akuarium impian Anda. Ketiga, proses pembuatannya bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan edukatif, terutama jika melibatkan anggota keluarga lainnya.
Sebelum memulai, sangat penting untuk memahami prinsip dasar keamanan. Tidak semua barang bekas aman untuk dimasukkan ke dalam akuarium. Beberapa material dapat melepaskan zat kimia berbahaya yang dapat meracuni ikan atau merusak kualitas air. Berikut adalah beberapa panduan penting:
Botol kaca atau stoples bekas selai, acar, atau minuman bisa menjadi pilar atau gua menarik di akuarium Anda. Pastikan botol benar-benar bersih dan tidak memiliki label yang sulit dilepas. Anda bisa menanam tanaman air di sekitar mulut botol untuk tampilan yang lebih alami. Agar lebih menarik, Anda bisa menumpuk beberapa botol dengan ukuran berbeda, namun pastikan penataannya stabil.
Batok kelapa tua yang sudah kering bisa menjadi elemen dekoratif yang eksotis. Bersihkan batok kelapa dari dagingnya, kemudian rebus untuk menghilangkan sisa nutrisi dan membunuh bakteri. Setelah kering, batok kelapa bisa digunakan utuh atau dipotong menjadi beberapa bagian untuk menciptakan terowongan atau gua yang disukai ikan.
Pipa PVC bekas yang dipotong dan disusun menjadi bentuk yang unik bisa menjadi alternatif terumbu karang. Cat bagian luarnya dengan cat khusus akuarium (pastikan aman dan tidak beracun), atau biarkan polos untuk tampilan industrial. Gelas plastik bekas juga bisa dibentuk dan dicat untuk menambah variasi. Pastikan semua sambungan aman dan tidak ada serpihan yang lepas.
Jika Anda memiliki pecahan keramik yang aman (tanpa glasir beracun) atau batu alam yang unik, Anda bisa menatanya menyerupai reruntuhan kuno. Susun pecahan tersebut dengan hati-hati membentuk pilar, lengkungan, atau tumpukan batu yang menarik. Hindari menggunakan keramik yang pecahannya terlalu tajam.
Ide yang lebih unik adalah membuat miniatur perahu layar. Gunakan gabus sebagai badan perahu dan stik es krim atau ranting kecil sebagai tiang layar. Layarnya bisa dibuat dari kain bekas yang tidak mudah luntur, namun pastikan kain tersebut aman jika terkena air dalam jangka waktu lama. Sebaiknya, gunakan ini sebagai hiasan di luar akuarium atau sebagai ornamen yang tidak tenggelam sepenuhnya jika bahan tidak 100% aman.
Ranting kayu yang sudah tua dan kering, yang ditemukan di alam, bisa menjadi dekorasi yang sangat natural. Namun, penting untuk mengawetkan kayu ini terlebih dahulu. Caranya adalah dengan merebusnya berkali-kali atau merendamnya dalam air selama beberapa minggu untuk menghilangkan tanin yang bisa mengubah warna air. Pastikan tidak ada serangga atau jamur pada kayu.
Dengan sedikit usaha dan kreativitas, Anda bisa mengubah barang-barang bekas menjadi hiasan akuarium yang memukau. Selain menghemat biaya, Anda juga turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selamat berkreasi dan menikmati keindahan akuarium baru Anda!