Ikan arwana, dengan penampilannya yang gagah dan elegan, telah lama menjadi idaman para penghobi ikan hias. Merawat arwana, terutama saat masih berukuran anakan, memerlukan perhatian dan pemahaman khusus agar mereka tumbuh sehat dan optimal. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah dalam merawat ikan arwana anakan.
Ukuran akuarium adalah faktor krusial. Meskipun masih kecil, arwana membutuhkan ruang gerak yang cukup. Untuk anakan, akuarium berukuran minimal 60x30x30 cm sudah memadai. Namun, perlu diingat bahwa arwana tumbuh sangat cepat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mulai memikirkan akuarium yang lebih besar atau rencana peningkatan ukuran akuarium seiring pertumbuhan ikan. Pastikan akuarium dilengkapi dengan filter yang memadai untuk menjaga kualitas air tetap bersih.
Kualitas air adalah aspek terpenting dalam memelihara ikan arwana. Anakan arwana sangat sensitif terhadap perubahan parameter air. Idealnya, suhu air berkisar antara 25-30 derajat Celsius. Tingkat keasaman (pH) air sebaiknya dijaga antara 6.5 hingga 7.5. Parameter lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan amonia dan nitrit yang harus nol. Lakukan penggantian air secara rutin, minimal 20-30% setiap minggu, dan pastikan air pengganti sudah diendapkan dan sesuai suhunya.
Filter yang baik akan membantu menjaga kebersihan dan kesehatan air. Untuk akuarium arwana, disarankan menggunakan filter eksternal (canister filter) atau filter samping yang memiliki kapasitas besar. Media filter yang digunakan harus mampu menyaring kotoran fisik secara maksimal dan menjalankan siklus nitrifikasi dengan baik untuk mengurai zat berbahaya seperti amonia dan nitrit. Jangan lupa untuk membersihkan media filter secara berkala, namun hindari membersihkannya terlalu bersih agar bakteri baik tetap terjaga.
Anakan arwana membutuhkan asupan gizi yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan mereka. Pakan hidup seperti jangkrik, ulat hongkong (buang kepala dan kakinya), udang, dan ikan kecil (seperti cere) sering menjadi pilihan utama. Berikan pakan secara bertahap beberapa kali sehari, namun hindari pemberian pakan berlebihan yang dapat mengotori air. Seiring bertambahnya usia, Anda bisa mulai memperkenalkan pelet berkualitas tinggi yang diformulasikan khusus untuk arwana. Perhatikan proporsi pakan agar tidak menyebabkan kegemukan.
Arwana membutuhkan pencahayaan yang cukup, namun hindari sinar matahari langsung yang dapat memicu pertumbuhan alga berlebihan dan membuat air terlalu panas. Lampu akuarium dengan spektrum yang sesuai dapat membantu mempertegas warna sisik arwana seiring pertumbuhannya. Sediakan sedikit tempat persembunyian, misalnya dengan tanaman air (buatan atau hidup), namun jangan terlalu banyak agar ikan tetap bisa bergerak bebas dan terlihat.
Perhatikan perilaku ikan Anda setiap hari. Jika terlihat lesu, kehilangan nafsu makan, atau menunjukkan tanda-tanda penyakit seperti bintik putih, jamur, atau luka, segera ambil tindakan. Lakukan pengamatan terhadap kualitas air secara rutin. Pencegahan adalah kunci utama; menjaga kebersihan akuarium dan kualitas air yang stabil adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit.
Arwana, terutama yang masih anakan, bisa menjadi stres jika lingkungan akuarium tidak kondusif. Hindari perubahan mendadak pada suhu air, pH, atau kualitas air. Kurangi aktivitas di sekitar akuarium yang bisa mengagetkan ikan, seperti suara keras atau gerakan tiba-tiba. Penutup akuarium juga penting untuk mencegah ikan melompat keluar, yang bisa terjadi jika mereka merasa terancam atau stres.
Memelihara ikan arwana anakan memang membutuhkan dedikasi dan pengetahuan yang memadai. Dengan perhatian yang konsisten terhadap kualitas air, pemberian pakan yang tepat, dan lingkungan akuarium yang nyaman, Anda akan dapat menyaksikan ikan arwana kesayangan Anda tumbuh menjadi ikan hias yang luar biasa.