Banyaknya volume air mani yang dikeluarkan seringkali menjadi perhatian bagi banyak pria, terutama yang sedang berusaha meningkatkan peluang pembuahan. Meskipun volume tidak selalu berkorelasi langsung dengan kualitas sperma (jumlah dan motilitas), volume yang memadai tetap penting untuk proses ejakulasi yang efektif.
Secara umum, volume ejakulasi normal berkisar antara 1,5 ml hingga 5 ml per ejakulasi. Jika Anda merasa volume Anda kurang dari rata-rata atau ingin meningkatkannya secara alami, ada beberapa strategi gaya hidup dan nutrisi yang terbukti efektif. Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai cara memperbanyak sperma yang keluar.
Ini adalah faktor yang paling cepat memengaruhi volume. Semakin sering Anda ejakulasi, semakin sedikit waktu yang dimiliki tubuh untuk memproduksi dan mengisi kembali cairan seminal Anda. Untuk melihat peningkatan volume yang signifikan, cobalah menahan diri dari ejakulasi selama 2 hingga 3 hari. Pada saat ejakulasi berikutnya, volume cenderung akan lebih besar karena akumulasi cairan dari vesikula seminalis dan kelenjar prostat.
Cairan semen (air mani) sebagian besar terdiri dari air. Dehidrasi adalah salah satu penyebab utama volume ejakulasi yang rendah. Jika tubuh kekurangan cairan, ia akan memprioritaskan fungsi vital, dan produksi cairan pendukung seperti semen bisa berkurang.
Nutrisi memainkan peran krusial dalam kesehatan reproduksi secara keseluruhan, termasuk produksi cairan seminal. Beberapa mineral dan vitamin sangat penting untuk fungsi kelenjar reproduksi:
Zinc adalah mineral yang sangat vital untuk produksi testosteron dan kualitas sperma. Kekurangan zinc dapat menurunkan volume ejakulasi. Sumber terbaiknya meliputi tiram, daging merah tanpa lemak, biji labu, dan kacang-kacangan.
Asam amino ini berperan dalam produksi oksida nitrat, yang membantu meningkatkan aliran darah. Peningkatan aliran darah ke area panggul dapat mendukung fungsi optimal kelenjar reproduksi.
Sebagai antioksidan, vitamin ini melindungi sperma dan sel-sel di saluran reproduksi dari kerusakan radikal bebas, mendukung kesehatan cairan keseluruhan.
Kelebihan berat badan (obesitas) dapat mengganggu keseimbangan hormon, terutama menurunkan kadar testosteron. Kadar testosteron yang rendah dapat memengaruhi libido dan, secara tidak langsung, volume ejakulasi.
Aktivitas fisik teratur (tetapi tidak berlebihan) membantu menjaga sirkulasi darah yang sehat dan mendukung produksi hormon alami. Namun, perlu diingat bahwa olahraga ekstrem atau bersepeda jarak jauh dalam waktu lama terkadang dapat menekan area prostat dan testis, sehingga harus dilakukan dengan moderasi.
Testis perlu berada pada suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh inti agar produksi sperma berjalan optimal. Paparan panas berlebihan dapat menurunkan jumlah dan vitalitas sperma, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas cairan secara keseluruhan.
Stres kronis meningkatkan hormon kortisol, yang dapat menekan produksi hormon reproduksi seperti testosteron. Pastikan Anda mendapatkan tidur berkualitas (7-9 jam) setiap malam. Kurang tidur memicu ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak negatif pada fungsi seksual dan volume ejakulasi.
Meskipun perubahan gaya hidup dapat membantu, penting untuk dicatat bahwa perubahan signifikan pada volume ejakulasi juga bisa menjadi indikasi kondisi medis yang mendasarinya, seperti: