Cara Menahan Sperma Agar Tidak Keluar Terlalu Cepat

Teknik dan kontrol diri untuk meningkatkan durasi berhubungan intim.

Isu mengenai ejakulasi dini atau kesulitan mengontrol waktu keluarnya sperma adalah hal umum yang dialami banyak pria. Meskipun terkadang dapat disebabkan oleh faktor medis, dalam banyak kasus, masalah ini dapat diatasi dengan latihan, perubahan teknik, dan kesadaran diri. Menguasai kemampuan untuk menahan atau menunda ejakulasi seringkali meningkatkan kualitas hubungan intim secara keseluruhan.

Berikut adalah beberapa cara efektif dan aman yang dapat Anda coba untuk meningkatkan kontrol atas ejakulasi:

1. Latihan Kegel (Pelvic Floor Exercises)

Otot dasar panggul (pelvic floor muscles) memainkan peran krusial dalam mengontrol ejakulasi. Memperkuat otot-otot ini dapat memberikan kontrol yang lebih baik saat puncak gairah mendekat.

2. Teknik Berhenti dan Mulai (Start-Stop Technique)

Teknik ini bertujuan untuk membantu Anda mengenali batas gairah Anda sebelum mencapai titik di mana ejakulasi tidak dapat dihindari (point of no return).

  1. Mulailah aktivitas seksual atau masturbasi seperti biasa.
  2. Ketika Anda merasa gairah mencapai tingkat yang sangat tinggi, segera hentikan semua stimulasi.
  3. Tahan gairah tersebut sampai sensasi mencapai tingkat yang lebih rendah (sekitar 30 detik).
  4. Setelah gairah menurun, mulailah kembali stimulasi secara perlahan.
  5. Ulangi siklus ini sebanyak tiga hingga empat kali sebelum membiarkan ejakulasi terjadi.

3. Teknik Remas (The Squeeze Technique)

Teknik ini mirip dengan teknik berhenti dan mulai, namun melibatkan stimulasi fisik langsung untuk mengurangi gairah.

4. Fokus pada Pernapasan yang Tenang

Kecemasan dan bernapas dangkal dapat mempercepat ejakulasi. Latihan pernapasan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf dan menunda klimaks.

Saat gairah meningkat, coba tarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan sebentar, dan hembuskan perlahan melalui mulut. Ini membantu menjaga tubuh tetap rileks.

5. Mengubah Posisi Seksual

Beberapa posisi seksual memberikan stimulasi yang lebih intens dibandingkan yang lain. Jika Anda cenderung ejakulasi cepat, pertimbangkan posisi di mana pria memiliki kontrol lebih sedikit atas kedalaman penetrasi atau ritme, seperti posisi di mana wanita berada di atas (woman on top).

6. Penggunaan Kondom yang Lebih Tebal

Beberapa kondom dirancang khusus untuk mengurangi sensitivitas penis. Kondom jenis ini seringkali sedikit lebih tebal atau mengandung sedikit lapisan anestesi ringan (benzocaine) di bagian dalamnya. Penggunaan kondom ini dapat membantu mengurangi rangsangan berlebihan.

Penting untuk Diketahui: Melatih kontrol ejakulasi membutuhkan waktu dan kesabaran. Jangan berkecil hati jika hasilnya tidak instan. Komunikasi terbuka dengan pasangan sangat krusial agar sesi latihan ini terasa menyenangkan dan tidak tertekan.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?

Jika setelah mencoba berbagai teknik di atas dalam jangka waktu beberapa minggu atau bulan, Anda merasa ejakulasi masih sulit dikontrol dan hal ini menyebabkan stres signifikan atau ketidakpuasan dalam hubungan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli urologi atau terapis seks.

Dokter dapat mengevaluasi apakah ada penyebab fisiologis yang mendasari, seperti kadar serotonin yang rendah, atau masalah psikologis yang memerlukan intervensi lebih lanjut. Pengobatan seperti antidepresan tertentu (SSRI) kadang diresepkan dalam dosis rendah karena efek sampingnya dapat menunda ejakulasi.

Menguasai kemampuan menahan sperma bukan hanya tentang durasi, tetapi tentang meningkatkan kedekatan dan kepuasan bersama. Dengan latihan rutin dan kesadaran tubuh, peningkatan kontrol diri dalam hubungan intim dapat dicapai.

🏠 Homepage