Bagi banyak pria, kesehatan reproduksi dan jumlah sperma yang optimal adalah topik penting, baik untuk kesuburan maupun kepercayaan diri. Volume ejakulasi yang sehat dan jumlah sperma yang cukup merupakan indikator penting dari fungsi reproduksi pria. Untungnya, ada berbagai cara alami dan perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan produksi sperma.
Apa yang Anda makan sangat memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma Anda. Nutrisi berperan sebagai bahan bakar utama dalam proses spermatogenesis (pembentukan sperma). Berikut adalah beberapa nutrisi kunci yang perlu Anda perhatikan:
Keseimbangan berat badan memiliki korelasi kuat dengan kualitas hormon reproduksi. Pria yang mengalami obesitas seringkali memiliki kadar testosteron yang lebih rendah dan kualitas sperma yang buruk.
Aktivitas fisik yang moderat terbukti meningkatkan kadar testosteron. Namun, perhatikan batasannya. Olahraga berlebihan, terutama bersepeda jarak jauh yang menekan area skrotum secara konstan, justru bisa berdampak negatif.
Testis (buah zakar) membutuhkan suhu yang sedikit lebih dingin dari suhu inti tubuh untuk memproduksi sperma secara efisien. Hindari kebiasaan berikut:
Beberapa kebiasaan harian dapat secara signifikan menurunkan volume dan viabilitas sperma:
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menurunkan kadar testosteron dan mengganggu pembentukan sperma. Sementara itu, merokok (termasuk penggunaan zat adiktif lainnya) diketahui merusak DNA di dalam sperma, yang berdampak pada kesuburan.
Stres berkepanjangan meningkatkan hormon kortisol, yang dapat menekan produksi hormon seks pria. Temukan cara sehat untuk mengelola stres, seperti meditasi, yoga, atau hobi yang menenangkan.
Ini mungkin terdengar sederhana, namun frekuensi ejakulasi mempengaruhi jumlah sperma per ejakulasi. Jika Anda berencana untuk konsepsi, berhubungan seks atau melakukan masturbasi terlalu sering (misalnya, lebih dari sekali sehari) dapat mengurangi volume air mani dan konsentrasi sperma pada setiap ejakulasi karena tubuh memerlukan waktu untuk 'mengisi ulang' cadangan.
Namun, jika Anda tidak ejakulasi untuk jangka waktu yang sangat panjang (misalnya, lebih dari dua minggu), meskipun volume mungkin meningkat, kualitas sperma lama cenderung menurun karena sperma yang matang mungkin sudah tua atau rusak.
Meskipun perubahan gaya hidup dapat memberikan hasil positif, penting untuk menyadari bahwa masalah kesuburan seringkali kompleks. Jika Anda telah mencoba meningkatkan kualitas hidup namun masih mengalami kesulitan untuk membuahi pasangan atau merasa ada perubahan signifikan pada volume ejakulasi Anda, berkonsultasilah dengan dokter spesialis andrologi atau urologi.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti analisis sperma (spermatogram), untuk mengetahui penyebab mendasar seperti varikokel, gangguan hormonal, atau masalah genetik. Menambah jumlah sperma adalah proses yang membutuhkan kesabaran, karena siklus produksi sperma membutuhkan waktu sekitar 70 hingga 90 hari.