Ilustrasi kontrol dan keseimbangan tubuh.
Isu mengenai ejakulasi yang terjadi tanpa disengaja, baik saat tidur (mimpi basah) maupun kekhawatiran tentang pengendalian cairan mani secara umum, adalah hal yang sering dibicarakan. Dalam konteks kesehatan seksual pria, kemampuan untuk mengontrol pelepasan air mani sangat erat kaitannya dengan kesehatan fisik dan psikologis.
Penting untuk dipahami bahwa pelepasan air mani, terutama melalui mimpi basah (emisi nokturnal), adalah proses biologis normal, terutama pada masa pubertas dan dewasa muda. Namun, jika yang dimaksud adalah kesulitan dalam menunda ejakulasi saat berhubungan seksual (dikenal sebagai ejakulasi dini) atau kekhawatiran berlebihan tentang kebocoran yang tidak disengaja, ada beberapa pendekatan yang bisa diterapkan.
Ada dua skenario utama yang mungkin dimaksud dengan "air mani tidak keluar sendiri":
Jika masalahnya adalah seringnya ejakulasi dini, akar masalahnya bisa bersifat fisik (seperti masalah hormon atau prostat) atau psikologis (seperti kecemasan kinerja atau hubungan).
Untuk meningkatkan kontrol dan mengurangi kecemasan terkait pelepasan cairan mani, fokus harus ditempatkan pada latihan fisik, perubahan gaya hidup, dan teknik perilaku.
Otot dasar panggul, khususnya otot pubococcygeus (PC), berperan penting dalam mengendalikan ejakulasi. Memperkuat otot ini memberikan kontrol yang lebih besar.
Ini adalah metode perilaku yang sangat efektif untuk membantu pria menyadari tingkat gairah mereka sebelum mencapai titik tanpa bisa kembali.
Teknik ini dilakukan saat Anda hampir mencapai klimaks. Pasangan atau Anda sendiri meremas lembut pangkal atau kepala penis selama beberapa detik hingga hasrat ejakulasi mereda. Ini membantu menurunkan tingkat gairah.
Bagi sebagian orang, sensitivitas yang tinggi adalah pemicu utama. Menggunakan kondom yang lebih tebal atau krim/semprotan anestesi topikal (yang mengandung lidokain atau prilokain) dapat mengurangi sensasi berlebihan, namun harus digunakan sesuai petunjuk untuk menghindari mati rasa total.
Kecemasan kinerja adalah kontributor terbesar ejakulasi dini. Jika pikiran Anda fokus pada ketakutan akan "keluar terlalu cepat," hal itu justru memperburuk situasi.
Jika upaya mandiri di atas tidak memberikan hasil yang signifikan, atau jika Anda mengalami kesulitan ereksi yang menyertai masalah ejakulasi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Mengatasi masalah ejakulasi memerlukan waktu dan kesabaran. Dengan menerapkan teknik yang tepat dan menjaga kesehatan mental, Anda dapat memperoleh kontrol yang lebih baik atas respons tubuh Anda.