Cara Menggunakan Termometer Air Raksa dengan Aman dan Tepat
Ilustrasi sederhana termometer air raksa
Termometer air raksa, meskipun semakin jarang digunakan digantikan oleh termometer digital, masih menjadi alat yang andal untuk mengukur suhu tubuh. Penggunaannya yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang akurat dan demi keselamatan. Memahami cara menggunakannya secara benar akan membantu Anda dalam memantau kesehatan diri dan keluarga.
Mengapa Termometer Air Raksa Masih Relevan?
Meskipun termometer digital lebih praktis, termometer air raksa memiliki beberapa kelebihan. Alat ini tidak memerlukan baterai, sehingga selalu siap digunakan. Selain itu, banyak orang merasa termometer air raksa memberikan pembacaan suhu yang lebih stabil dan akurat, terutama jika dibandingkan dengan termometer digital yang kualitasnya bervariasi.
Persiapan Sebelum Menggunakan Termometer Air Raksa
Sebelum mengukur suhu, ada beberapa langkah penting yang perlu Anda lakukan:
Periksa Kondisi Termometer: Pastikan termometer tidak retak atau pecah. Jika ada kerusakan, jangan gunakan dan segera buang dengan aman.
Bersihkan Termometer: Cuci termometer dengan air sabun atau disinfektan (seperti alkohol 70%). Bilas hingga bersih dan keringkan dengan tisu atau kain bersih.
Periksa Ketinggian Air Raksa: Perhatikan ujung termometer. Anda akan melihat kolom tipis berwarna perak (air raksa). Kolom ini harus berada di bawah angka 35°C. Jika tidak, Anda perlu mengocok termometer.
Cara Mengocok Termometer Air Raksa
Mengocok termometer air raksa adalah langkah krusial sebelum digunakan. Tujuannya adalah untuk menurunkan kembali kolom air raksa ke titik awal pengukuran. Ikuti langkah berikut:
Pegang termometer dengan kuat pada ujung yang berlawanan dengan bagian ujung berisi air raksa.
Dengan gerakan pergelangan tangan yang cepat dan mantap, goyangkan termometer ke bawah beberapa kali.
Perhatikan kolom air raksa. Ulangi proses mengocok hingga kolom air raksa turun di bawah 35°C.
Penting: Lakukan gerakan ini dengan hati-hati agar termometer tidak terlepas dan pecah.
Metode Pengukuran Suhu
Ada tiga metode utama untuk mengukur suhu tubuh menggunakan termometer air raksa:
1. Pengukuran di Mulut (Oral)
Ini adalah metode yang paling umum dan akurat bagi orang dewasa dan anak-anak yang kooperatif.
Pastikan mulut dalam keadaan kosong dari makanan atau minuman panas/dingin setidaknya 15-20 menit sebelumnya.
Letakkan ujung termometer di bawah lidah, di salah satu sisi.
Minta subjek untuk menutup bibirnya rapat-rapat di sekitar termometer, tanpa menggigit.
Biarkan termometer selama minimal 3-5 menit.
Keluarkan termometer dengan hati-hati, baca hasilnya, dan catat.
2. Pengukuran di Ketiak (Axillary)
Metode ini cocok untuk bayi, anak kecil, atau orang yang kesulitan menggunakan termometer di mulut.
Keringkan area ketiak dari keringat.
Letakkan ujung termometer di bagian tengah ketiak.
Tekan lengan ke bawah untuk menahan termometer agar tetap di tempatnya.
Biarkan termometer selama minimal 5-7 menit.
Keluarkan termometer, baca hasilnya. Suhu di ketiak biasanya 0.5°C hingga 1°C lebih rendah dari suhu oral, jadi Anda mungkin perlu menambahkan angka tersebut untuk perkiraan suhu tubuh sebenarnya.
3. Pengukuran di Anus (Rectal)
Metode ini paling akurat, terutama untuk bayi baru lahir dan bayi. Namun, memerlukan kehati-hatian ekstra.
Oleskan petroleum jelly atau pelumas berbasis air pada ujung termometer.
Posisikan bayi dalam keadaan telentang dengan kaki terangkat, atau posisikan anak tengkurap.
Masukkan ujung termometer secara perlahan ke dalam anus sekitar 1-2 cm.
Tahan termometer dengan satu tangan agar tidak masuk lebih dalam atau keluar, dan tahan posisi bayi dengan tangan lainnya.
Biarkan termometer selama minimal 2-3 menit.
Keluarkan termometer dengan hati-hati, baca hasilnya. Suhu rektal umumnya dianggap sebagai suhu tubuh sebenarnya.
Membaca Hasil Pengukuran
Setelah waktu yang ditentukan, keluarkan termometer secara hati-hati. Putar termometer perlahan sambil melihat kolom air raksa. Angka yang berhadapan dengan ujung kolom air raksa adalah hasil pengukuran suhu Anda.
Suhu normal tubuh manusia berkisar antara 36.5°C hingga 37.2°C.
Suhu di atas 37.5°C umumnya dianggap demam.
Pembersihan dan Penyimpanan Setelah Digunakan
Sama pentingnya dengan cara penggunaan, kebersihan setelah pemakaian juga krusial:
Bersihkan termometer dengan sabun dan air atau larutan alkohol.
Bilas dan keringkan dengan baik.
Simpan termometer dalam wadah pelindungnya di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak. Hindari menyimpannya bersama benda tajam atau berat yang bisa merusaknya.
Perhatian Khusus: Air raksa adalah bahan berbahaya. Jika termometer pecah dan air raksa tumpah, jangan pernah menyentuhnya langsung dengan tangan. Segera buka jendela untuk ventilasi, evakuasi anak-anak dan hewan peliharaan dari ruangan tersebut, dan bersihkan tumpahan air raksa menggunakan alat seperti kertas atau sarung tangan karet, lalu kumpulkan dalam wadah tertutup dan buang sesuai dengan peraturan limbah berbahaya di daerah Anda. Hubungi pihak berwenang setempat jika Anda tidak yakin cara menanganinya.
Menggunakan termometer air raksa membutuhkan sedikit latihan dan kehati-hatian, tetapi dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memastikan pengukuran suhu yang akurat dan aman untuk Anda dan keluarga.