Kualitas dan volume air mani sering menjadi perhatian bagi pria, terutama mereka yang sedang merencanakan kehamilan. Konsistensi air mani yang ideal umumnya cenderung kental dan berwarna putih keabu-abuan. Jika Anda merasa air mani Anda terlalu encer, ada beberapa langkah alami yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitasnya.
Air mani terdiri dari sperma (yang hanya menyumbang sekitar 5% volume) dan cairan mani (semen) yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Cairan ini berfungsi sebagai medium transportasi dan nutrisi bagi sperma. Kekentalan sangat dipengaruhi oleh keseimbangan cairan dan nutrisi yang dikonsumsi.
Diet memainkan peran krusial. Beberapa nutrisi spesifik dikenal membantu meningkatkan kesehatan sperma dan viskositas (kekentalan) cairan mani:
Meskipun sering dianggap paradoks, dehidrasi yang parah dapat mempengaruhi volume, namun hidrasi yang seimbang adalah kunci. Air membantu melancarkan semua fungsi tubuh, termasuk produksi cairan tubuh. Pastikan Anda minum air putih minimal 8 gelas sehari, namun hindari konsumsi cairan berlebihan sesaat sebelum ejakulasi karena dapat mengencerkan konsentrasi sperma.
Air mani yang terlalu sering dikeluarkan (misalnya, beberapa kali dalam sehari) cenderung memiliki volume dan kekentalan yang lebih rendah karena tubuh belum sempat meregenerasi cairan dan sel sperma secara optimal. Memberi jeda waktu antara 2 hingga 5 hari di antara ejakulasi dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan kekentalan sperma pada ejakulasi berikutnya.
Testis memerlukan suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh inti untuk memproduksi sperma berkualitas. Hindari paparan panas berlebih seperti mandi air panas terlalu lama, menggunakan laptop langsung di pangkuan, atau mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat. Pilih pakaian dalam berbahan katun yang longgar.
Merokok terbukti menurunkan jumlah dan motilitas sperma. Alkohol, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat menurunkan kadar testosteron dan memengaruhi volume cairan mani. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan ini seringkali memberikan dampak positif dalam beberapa bulan.
Obesitas dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi produksi sperma. Menjaga berat badan ideal melalui diet seimbang dan olahraga teratur (namun tidak berlebihan) mendukung lingkungan hormonal yang sehat untuk produksi air mani yang kental.
Meskipun perubahan gaya hidup dapat membantu, jika kekentalan air mani sangat encer secara konsisten, volume sangat rendah, atau ada perubahan warna yang mencolok (seperti kuning kehijauan), ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti infeksi atau masalah hormonal. Jangan ragu untuk menemui ahli urologi atau spesialis kesuburan untuk pemeriksaan lebih lanjut.