Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan perkembangan menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan isu kesehatan serius yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, termasuk wanita. Meskipun virus ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, penting bagi wanita untuk menyadari ciri-ciri HIV AIDS pada wanita karena perbedaan biologis dan sosial dapat memengaruhi presentasi gejala dan tingkat kerentanan.
Wanita menghadapi risiko penularan yang unik, terutama melalui hubungan seksual tanpa proteksi, karena anatomi reproduksi mereka membuat paparan cairan tubuh yang terinfeksi lebih rentan. Mengetahui gejala awal dan tanda-tanda lanjutan sangat krusial untuk diagnosis dini dan memulai pengobatan antiretroviral (ARV) secepat mungkin.
Setelah terinfeksi HIV, seringkali ada periode tanpa gejala yang disebut infeksi primer atau akut. Namun, beberapa orang, termasuk wanita, dapat mengalami gejala mirip flu dalam beberapa minggu pertama setelah paparan. Gejala ini seringkali ringan dan mudah diabaikan, disalahartikan sebagai flu biasa.
Wanita seringkali menunjukkan gejala yang lebih spesifik terkait dengan sistem reproduksi mereka. Gejala-gejala ini bisa menjadi indikator penting untuk skrining lebih lanjut, terutama jika ada riwayat perilaku berisiko.
Ketika sistem kekebalan tubuh telah rusak parah (jumlah CD4 sangat rendah), seseorang memasuki tahap AIDS. Pada tahap ini, infeksi oportunistik (infeksi yang biasanya tidak menyerang orang sehat) mulai muncul. Bagi wanita, tanda-tanda ini seringkali mirip dengan yang dialami pria, namun konteks sosial dan kesehatan reproduksi tetap menjadi perhatian utama.
Sangat penting untuk ditekankan bahwa gejala di atas tidak selalu berarti seseorang mengidap HIV. Banyak dari tanda-tanda awal menyerupai kondisi kesehatan umum lainnya. Oleh karena itu, cara paling pasti untuk mengetahui status HIV adalah melalui tes darah yang akurat. Wanita yang memiliki riwayat faktor risiko atau mengalami gejala persisten harus segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Diagnosis dini memungkinkan wanita untuk memulai Terapi Antiretroviral (ARV). Pengobatan modern memungkinkan individu dengan HIV hidup sehat, produktif, dan mencapai harapan hidup yang hampir sama dengan populasi umum, serta mencegah penularan kepada pasangan seksual (Undetectable = Untransmittable, U=U). Pemahaman tentang ciri-ciri HIV AIDS pada wanita adalah langkah pertama menuju pencegahan dan penanganan yang efektif.