Kesuburan pria sering kali dinilai melalui kualitas sperma yang dihasilkan. Memahami ciri-ciri sperma yang sehat adalah langkah penting bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Kualitas sperma tidak hanya diukur dari jumlahnya, tetapi juga dari bentuk, gerakan, dan vitalitasnya. Analisis ini biasanya dilakukan melalui pemeriksaan analisis sperma (spermiogram).
Kesehatan reproduksi pria memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan pembuahan. Sperma yang berkualitas baik memiliki peluang lebih besar untuk mencapai dan membuahi sel telur. Berikut adalah parameter utama yang menentukan apakah sperma Anda tergolong sehat.
Menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut adalah beberapa indikator utama yang harus dipenuhi oleh sampel semen agar dianggap sehat:
Jumlah sperma dalam setiap mililiter (ml) cairan semen adalah indikator awal kesuburan. Angka yang normal mengindikasikan bahwa testis memproduksi sel sperma dalam jumlah yang memadai.
Sperma harus mampu bergerak maju dengan kuat untuk mencapai sel telur. Pergerakan ini sangat penting karena perjalanan ke tuba falopi cukup panjang dan sulit.
Bentuk atau morfologi sperma yang ideal sangat krusial. Kepala sperma harus berbentuk oval sempurna untuk menampung materi genetik, dan ekor (flagel) harus lurus dan panjang untuk mendorong pergerakan.
Meskipun persentase morfologi normal terlihat kecil (4%), ini sudah cukup karena hanya satu sperma sehat yang dibutuhkan untuk pembuahan.
Volume cairan semen juga diperhatikan. Volume yang terlalu sedikit mungkin menunjukkan adanya masalah pada kelenjar aksesori (seperti prostat atau vesikula seminalis).
Persentase sperma yang masih hidup saat dikeluarkan juga merupakan ciri-ciri sperma yang sehat. Sperma yang mati tidak akan mampu melakukan perjalanan untuk membuahi sel telur.
Sperma terus diproduksi, dan kualitasnya dapat berubah seiring waktu berdasarkan gaya hidup. Beberapa faktor eksternal dapat mempengaruhi ciri-ciri sperma yang sehat:
Jika Anda atau pasangan memiliki kekhawatiran mengenai kesuburan, berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi adalah langkah terbaik. Mereka dapat menganalisis secara mendalam ciri-ciri sperma yang sehat melalui analisis laboratorium yang komprehensif.