سورة الإسراء (Al-Isrā')
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Poin Penting dari Surah Al-Isra
Surah Al-Isra merupakan kompendium ajaran moral dan akidah yang mendalam. Ayat pertama yang menjelaskan tentang Isra' Mi'raj memberikan landasan spiritualitas yang kuat, menunjukkan kebesaran Allah SWT dalam mengangkat derajat Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat berikutnya berfungsi sebagai konstitusi moral bagi umat manusia.
Salah satu pilar utama dalam surah ini adalah perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua. Allah SWT menegaskan hal ini dengan tingkat penekanan yang sangat tinggi, bahkan melarang mengucapkan kata "ah" atau kata yang menunjukkan ketidakridhaan kepada mereka (Ayat 23). Setelah hak Allah (syirik), hak orang tua diletakkan pada prioritas tertinggi.
Selain itu, Al-Isra menekankan pentingnya tanggung jawab sosial. Larangan membunuh anak karena takut kemiskinan (Ayat 31) menyoroti bahwa rezeki sepenuhnya berada dalam genggaman Allah. Demikian pula, larangan mendekati zina (Ayat 32) adalah pencegahan terhadap salah satu dosa besar yang merusak tatanan masyarakat. Keadilan dalam transaksi ekonomi juga ditekankan melalui perintah untuk menunaikan takaran dan timbangan dengan adil (Ayat 35).
Perjalanan malam Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peristiwa fisik, melainkan juga sarana untuk menunjukkan kepada beliau bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Allah, yang menjadi peneguh hati beliau dalam menghadapi kesulitan dakwah. Membaca dan merenungkan surah ini membantu seorang Muslim untuk mengoreksi hubungan vertikalnya (kepada Allah) dan horizontalnya (kepada sesama manusia dan lingkungan).
Inti ajaran Al-Isra adalah moderasi dan kerendahan hati. Setiap perbuatan baik atau buruk akan dipertanggungjawabkan kelak. Oleh karena itu, seorang mukmin didorong untuk selalu bersikap seimbang, tidak berlebihan dalam segala hal, dan selalu mengingat bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat setiap gerak-gerik hamba-Nya.