Ilustrasi sistem perakaran yang umum pada kaktus.
Kaktus, tanaman ikonik dari daerah kering dan gurun, telah berevolusi dengan adaptasi luar biasa untuk bertahan hidup dalam kondisi minim air. Salah satu adaptasi terpenting mereka terletak pada sistem akarnya. Berbeda dengan tanaman pada umumnya, jenis akar kaktus sangat bervariasi tergantung pada spesiesnya dan lingkungan spesifik tempat mereka tumbuh. Pemahaman mengenai struktur akar ini sangat vital bagi para penggemar sukulen untuk memastikan perawatan yang tepat.
Tujuan utama akar kaktus adalah menyerap air secepat mungkin ketika hujan turun, dan kemudian menahan kelembaban tersebut selama periode kekeringan panjang. Karena lingkungan gurun seringkali tidak memiliki air yang meresap jauh ke dalam tanah, mayoritas kaktus mengembangkan akar yang dangkal namun menyebar luas.
Secara umum, sistem akar kaktus dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, meskipun beberapa spesies mungkin menunjukkan kombinasi dari jenis-jenis ini.
Ini adalah sistem perakaran paling umum pada sebagian besar kaktus gurun. Akar jenis ini tumbuh mendatar, hanya beberapa sentimeter di bawah permukaan tanah.
Beberapa spesies kaktus, terutama yang cenderung tumbuh lebih besar atau yang berasal dari area dengan sedikit curah hujan namun kelembaban tersembunyi, mengembangkan akar tunggang yang kuat.
Mirip dengan akar serabut tetapi seringkali lebih berserat dan bisa menjalar jauh ke samping untuk memaksimalkan jangkauan penyerapan air dari area yang luas.
Mengetahui jenis akar kaktus menentukan cara kita menyiram. Kaktus dengan akar serabut dangkal memerlukan penyiraman yang sering namun dangkal saat musim pertumbuhan, memastikan air mencapai zona akar tanpa membuat tanah tergenang terlalu lama. Sebaliknya, kaktus dengan akar tunggang mungkin membutuhkan periode kering yang lebih panjang antar penyiraman untuk memastikan bagian bawah tanah mengering sepenuhnya.
Saat melakukan repotting (memindahkan tanaman ke pot baru), sangat penting untuk menangani akar kaktus dengan hati-hati. Kerusakan pada akar dapat menyebabkan infeksi jamur atau bakteri, yang seringkali merupakan penyebab utama kematian kaktus. Setelah repotting, sebagian besar ahli merekomendasikan untuk tidak menyiram selama seminggu penuh. Periode kering ini memungkinkan luka atau abrasi kecil pada akar untuk sembuh dan membentuk kalus pelindung, sehingga meminimalkan risiko pembusukan saat kontak pertama dengan air. Dengan menghormati kebutuhan unik sistem perakaran mereka, kaktus dapat tumbuh subur di lingkungan yang kita ciptakan untuk mereka.