Memahami Jenis Akar Pohon Mangga

Pohon mangga (Mangifera indica) adalah salah satu tanaman buah tropis paling populer di dunia. Meskipun kita sering menikmati manisnya buah mangga, bagian yang jarang diperhatikan adalah sistem perakarannya. Struktur akar yang kuat dan luas adalah fondasi yang menopang pohon mangga, memungkinkannya bertahan hidup, menyerap nutrisi, dan menahan angin kencang. Memahami jenis akar pohon mangga sangat penting, baik bagi petani profesional maupun penghobi taman.

Ilustrasi sederhana sistem perakaran pohon mangga, menunjukkan akar tunggang (taproot) dan akar samping (lateral roots).

Ilustrasi Sederhana Struktur Akar Mangga

Klasifikasi Sistem Perakaran Mangga

Secara umum, pohon mangga memiliki sistem perakaran yang tergolong dalam tipe akar serabut yang bercampur dengan struktur akar tunggang pada tahap awal pertumbuhan. Namun, perkembangannya cenderung didominasi oleh sistem akar samping (lateral) yang menyebar luas di lapisan tanah atas.

1. Akar Tunggang (Taproot)

Pada saat benih mangga mulai berkecambah, akar pertama yang tumbuh adalah akar tunggang. Akar tunggang ini tumbuh lurus ke bawah menembus lapisan tanah. Fungsi utamanya adalah jangkar awal dan eksplorasi air serta nutrisi di lapisan tanah yang lebih dalam.

Namun, perlu diperhatikan bahwa pada banyak varietas mangga yang dibudidayakan, pengembangan akar tunggang ini seringkali terhambat oleh kondisi tanah yang padat atau metode penanaman yang tidak optimal. Meskipun demikian, akar tunggang yang sehat sangat krusial untuk stabilitas pohon dewasa, terutama di daerah dengan potensi kekeringan musiman.

2. Akar Samping (Lateral Roots)

Inilah jenis akar yang paling mendominasi pada pohon mangga dewasa. Akar samping tumbuh menyebar secara horizontal, biasanya tidak lebih dari 1 hingga 1,5 meter kedalamannya, namun menyebar melebihi batas tajuk (kanopi) pohon.

3. Akar Penunjang (Anchor Roots)

Seiring bertambahnya usia dan ukuran pohon, beberapa akar lateral yang lebih besar dan lebih tebal akan berkembang menjadi akar penunjang. Akar-akar ini berfungsi memberikan stabilitas mekanis yang sangat dibutuhkan untuk menahan beban pohon yang berat dan menahan guncangan angin kencang.

Akar penunjang ini sering kali terlihat sebagian menyembul di permukaan tanah di sekitar pangkal pohon, meskipun sebagian besar tetap berada di bawah permukaan.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Akar Mangga

Karakteristik jenis akar pohon mangga sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia tumbuh. Tanah yang ideal mendukung pengembangan sistem perakaran yang seimbang antara kedalaman dan penyebaran lateral.

Kondisi Tanah

Mangga lebih menyukai tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik (tidak tergenang air). Tanah liat yang padat akan menghambat penetrasi akar tunggang dan membatasi perkembangan akar lateral, membuat pohon rentan terhadap stres dan angin.

Ketersediaan Air

Kekeringan ekstrem dapat menyebabkan akar menjadi stres dan membatasi pertumbuhan akar baru. Sebaliknya, kelebihan air (terutama genangan air) menyebabkan akar tercekik oksigen dan memicu pembusukan akar.

Penanaman dan Pemangkasan

Metode penanaman yang salah, seperti menanam terlalu dalam atau menggunakan kantong plastik pembibitan yang membelit akar (root-bound), dapat menyebabkan akar menjadi melingkar dan menghambat perkembangan alami sistem perakaran.

Pentingnya Menjaga Zona Akar

Karena akar mangga sangat bergantung pada lapisan tanah atas untuk nutrisi, praktik budidaya harus berhati-hati agar tidak merusak zona perakaran aktif (biasanya 0 hingga 60 cm kedalaman).

Aktivitas seperti penggalian yang berlebihan di bawah kanopi, pemadatan tanah akibat lalu lalang alat berat, atau penimbunan material yang terlalu tebal dapat mematikan akar halus yang vital. Dengan memahami struktur akar yang cenderung menyebar luas dan dangkal, kita dapat melakukan perawatan seperti pemupukan dan irigasi secara lebih efektif, memastikan pohon mangga tumbuh sehat dan produktif.

🏠 Homepage