Mengenal Jenis Akar Pohon Pisang (Musa spp.)

Pohon pisang, yang secara ilmiah dikenal sebagai genus Musa, merupakan salah satu tanaman pangan paling penting di daerah tropis. Meskipun kita akrab dengan buahnya yang manis, sistem perakaran tanaman ini seringkali luput dari perhatian. Struktur akar pisang memegang peranan krusial dalam menopang tegaknya batang semu yang tinggi dan memastikan penyerapan nutrisi serta air yang efisien. Memahami jenis akar pohon pisang adalah kunci untuk pengelolaan budidaya yang optimal.

Sistem Perakaran Monokotil yang Khas

Berbeda dengan tumbuhan dikotil yang memiliki akar tunggang, pohon pisang, sebagai anggota kelompok monokotil, memiliki sistem perakaran serabut (fibrous root system). Sistem ini terdiri dari ribuan akar kecil yang menyebar secara horizontal dan padat di dalam lapisan tanah dangkal. Akar serabut ini memiliki beberapa adaptasi khusus yang sangat penting bagi kelangsungan hidup pisang di lingkungan alaminya.

Ilustrasi Skematis Sistem Akar Serabut Pohon Pisang Batang Semu Rimpang Akar Serabut

Komponen Utama Sistem Akar Pisang

Sistem perakaran pisang tidak hanya terdiri dari akar biasa. Terdapat beberapa bagian spesifik yang saling berinteraksi:

1. Rimpang (Corm atau Rhizome)

Ini adalah bagian paling vital. Rimpang adalah batang sejati tanaman pisang yang tumbuh horizontal di bawah permukaan tanah. Rimpang berfungsi sebagai pusat penyimpanan cadangan makanan (pati) dan merupakan titik asal munculnya semua akar dan tunas (anakan/sucker). Karena pisang tidak memiliki batang kayu sejati, kelangsungan hidup seluruh tanaman sangat bergantung pada kesehatan rimpang ini.

2. Akar Primer (Akar Serabut Utama)

Dari rimpang inilah keluar akar-akar primer yang tebal. Akar ini bertugas untuk menambatkan tanaman agar tidak mudah roboh akibat angin kencang. Pisang membutuhkan jangkar yang kuat karena bagian atasnya (daun dan batang semu) sangat lebar dan mudah tertiup angin.

3. Akar Sekunder dan Akar Penyerapan

Akar sekunder adalah cabang-cabang dari akar primer yang menyebar luas. Ujung dari akar-akar ini adalah zona penyerapan. Menariknya, akar pisang cenderung dangkal. Sebagian besar penyerapan air dan nutrisi terjadi di lapisan tanah atas, biasanya hanya mencapai kedalaman 30 hingga 60 cm, meskipun penyebarannya bisa mencapai radius 1 hingga 3 meter dari pusat tanaman.

Fungsi Krusial Akar Serabut

Sistem akar serabut pada pisang memiliki fungsi yang sangat spesifik dan efisien:

Tantangan Budidaya Terkait Jenis Akar

Karena akar pisang dominan di zona dangkal, praktik budidaya harus disesuaikan. Tanah yang terlalu padat atau mengalami pemadatan (kompaksi) akan sangat menghambat perkembangan akar, mengurangi penyerapan, dan mempercepat risiko tanaman tumbang. Oleh karena itu, pengolahan tanah yang baik, drainase yang memadai, dan penghindaran pemadatan di sekitar pangkal pohon sangat dianjurkan.

Selain itu, pemupukan harus dilakukan secara merata di sekitar zona perakaran aktif, bukan hanya menumpuk pupuk tepat di pangkal batang, karena akar penyerapan tidak tumbuh secara vertikal ke bawah dalam jumlah besar. Dengan pemahaman yang baik mengenai jenis akar pohon pisang yang serabut dan dangkal, petani dapat memaksimalkan potensi hasil panen pisang.

🏠 Homepage