Ilustrasi: Kehilangan buku nikah dan langkah mencari.
Buku nikah merupakan dokumen penting yang menjadi bukti sah adanya ikatan perkawinan bagi pasangan suami istri di Indonesia. Kehilangan dokumen berharga ini tentu saja dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, jangan panik. Kehilangan buku nikah bukanlah akhir dari segalanya. Ada prosedur yang jelas untuk mengurus penggantiannya. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah cara mengatasi kehilangan buku nikah agar Anda dapat segera memiliki dokumen pengganti yang sah.
Langkah pertama dan paling krusial saat Anda menyadari buku nikah hilang adalah segera melaporkannya. Pelaporan ini penting untuk mencegah penyalahgunaan dokumen Anda oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Surat Keterangan Hilang (SKH) dari kepolisian akan menjadi bukti bahwa Anda telah melaporkan kehilangan tersebut.
Proses ini umumnya tidak memakan waktu lama dan sangat penting untuk langkah selanjutnya.
Setelah mendapatkan Surat Keterangan Hilang dari kepolisian, Anda perlu mengumpulkan beberapa dokumen persyaratan lain untuk mengajukan permohonan duplikat buku nikah ke Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kantor Catatan Sipil (tergantung status pernikahan Anda saat ini).
Pastikan semua dokumen lengkap dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku di wilayah Anda untuk memperlancar proses pengajuan.
Dengan kelengkapan dokumen, langkah selanjutnya adalah mendatangi kantor KUA (bagi yang beragama Islam) atau Kantor Catatan Sipil (bagi yang beragama selain Islam) tempat Anda melangsungkan pernikahan. Ajukan permohonan untuk mendapatkan duplikat buku nikah.
Bersabarlah selama proses ini berlangsung. Petugas biasanya akan memberikan informasi perkiraan waktu kapan duplikat buku nikah Anda bisa diambil.
Setelah proses pencetakan selesai, Anda akan dihubungi oleh pihak KUA/Catatan Sipil untuk mengambil duplikat buku nikah. Pastikan Anda datang sesuai jadwal yang ditentukan dan membawa identitas diri.
Duplikat buku nikah yang akan Anda terima akan memiliki nomor yang sama dengan buku nikah asli Anda, namun akan ada keterangan "Salinan" atau "Duplikat" tertulis di dalamnya. Dokumen ini memiliki kekuatan hukum yang sama dengan buku nikah asli dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan administrasi.
Kehilangan dokumen penting memang merepotkan. Oleh karena itu, selain mengetahui cara mengurusnya, ada baiknya kita juga menerapkan langkah pencegahan agar hal serupa tidak terulang:
Meskipun kehilangan buku nikah bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, Anda dapat mengurus penggantiannya. Yang terpenting adalah tetap tenang dan proaktif dalam menyelesaikan masalah ini.