Ilustrasi Masjid Al-Aqsa Siluet kubah emas dan arsitektur Masjid Al-Aqsa dengan latar belakang sederhana.

Keistimewaan Masjid Al-Aqsa: Jantung Spiritual Umat Islam

Masjid Al-Aqsa, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, bukanlah sekadar bangunan bersejarah biasa. Ia adalah pusat spiritual, keagamaan, dan historis yang memiliki kedudukan agung dalam ajaran Islam. Dikenal juga sebagai Al-Haram Asy-Syarif (Tempat Suci yang Mulia), kompleks ini menaungi Kubah Batu (Dome of the Rock) serta Masjid Al-Qibli (Masjid Utama yang beratap perak/abu-abu), menjadikannya salah satu situs paling suci di muka bumi bagi Muslimin di seluruh dunia. Keistimewaannya merentang dari narasi kenabian hingga peranannya sebagai kiblat pertama umat Islam.

1. Kiblat Pertama Umat Islam

Salah satu keistimewaan paling fundamental dari Masjid Al-Aqsa adalah perannya sebagai kiblat pertama dalam salat. Sebelum diperintahkan untuk menghadap Ka'bah di Makkah, Muslimin di seluruh dunia melaksanakan salat menghadap ke arah Masjid Al-Aqsa. Perubahan arah kiblat ini terjadi setelah periode tertentu, namun status Al-Aqsa sebagai arah salat pertama tetap dikenang dan menjadi penanda penting dalam sejarah awal perkembangan Islam. Hal ini menegaskan koneksi langsung antara tiga kota suci Islam: Makkah, Madinah, dan Al-Quds (Yerusalem).

2. Tempat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Al-Aqsa adalah titik transit penting dalam perjalanan malam luar biasa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra’ dan Mi’raj. Dalam riwayat sahih, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsa (Isra’), dan dari sana beliau kemudian naik ke tingkatan langit (Mi’raj) untuk menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT. Tempat keberangkatan spiritual ini menjadikan Al-Aqsa sebagai saksi bisu mukjizat terbesar yang dialami oleh Nabi Agung. Banyak jamaah yang mengunjungi Al-Aqsa merasakan aura spiritual yang mendalam karena keyakinan bahwa di tempat inilah Nabi memulai perjalanan kosmiknya.

3. Keutamaan Salat yang Berlipat Ganda

Masjid Al-Aqsa memiliki keutamaan pahala salat yang luar biasa dibandingkan dengan masjid lain di dunia. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, salat yang dilaksanakan di Masjid Al-Aqsa memiliki keutamaan yang jauh lebih besar dibandingkan salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa salat di Al-Aqsa setara dengan lima ratus kali lipat salat di tempat lain. Keutamaan ini menarik perhatian umat Islam sepanjang zaman untuk berziarah dan beribadah di sana, meski seringkali terhalang oleh isu-isu politik dan keamanan.

4. Bagian dari Tiga Masjid Suci

Dalam terminologi fikih Islam, terdapat konsep tiga masjid yang memiliki status kesucian tertinggi dan memiliki keutamaan khusus untuk diziarahi (Rihal): Masjidil Haram (Makkah), Masjid Nabawi (Madinah), dan Masjid Al-Aqsa (Al-Quds). Keberadaan Al-Aqsa dalam tripartit suci ini menegaskan posisinya sebagai pilar fundamental dalam struktur keimanan umat Islam. Status ini bukan hanya berdasarkan tradisi, tetapi juga dikuatkan oleh nash-nash syar’i. Kompleks Al-Aqsa sendiri mencakup area luas, bukan hanya bangunan masjid utama (Al-Qibli) tetapi juga Kubah Batu dan area luas tempat ibadah lainnya.

5. Pusat Peradaban dan Ilmu Pengetahuan

Sepanjang sejarah, Al-Aqsa berfungsi lebih dari sekadar tempat salat. Di bawah berbagai kekhalifahan—mulai dari Umayyah, Abbasiyah, hingga Utsmaniyah—kompleks ini menjadi pusat pembelajaran Islam, ilmu pengetahuan, dan administrasi kota. Para ulama terkemuka pernah menetap dan mengajar di sekitar Al-Aqsa, menjadikannya mercusuar intelektual di Timur Tengah. Warisan arsitektur yang kaya, terutama desain Kubah Batu yang ikonik, menunjukkan pencapaian seni Islam pada masa-masa kejayaannya. Setiap batu di kompleks ini menyimpan kisah peradaban yang panjang dan kompleks.

Dengan segala keistimewaan historis, spiritual, dan keutamaannya dalam ibadah, Masjid Al-Aqsa tetap menjadi simbol identitas dan keyakinan bagi miliaran Muslim. Melindungi dan menjaga kesuciannya adalah tanggung jawab kolektif yang melampaui batas-batas geografis.

🏠 Homepage