Memahami Rasa Sakit Saat Ejakulasi

Rasa sakit saat keluar sperma, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai dysorgasmia atau post-ejaculatory pain, adalah keluhan yang dapat menimbulkan kecemasan signifikan bagi pria. Kondisi ini tidak selalu umum, tetapi ketika terjadi, sangat penting untuk tidak mengabaikannya. Rasa sakit ini bisa bervariasi, mulai dari rasa nyeri ringan, rasa panas, hingga nyeri yang tajam dan menusuk yang dirasakan saat atau segera setelah ejakulasi.

Mengapa Keluar Sperma Terasa Sakit?

Ada berbagai macam kondisi medis yang dapat menjadi penyebab rasa sakit selama atau setelah ejakulasi. Pemahaman mengenai penyebab mendasar sangat krusial untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Beberapa penyebab umum meliputi:

Ilustrasi Organ Reproduksi Pria Representasi skematis sistem reproduksi pria yang menunjukkan area potensial nyeri saat ejakulasi. Area Potensial Nyeri

1. Infeksi dan Peradangan

2. Masalah Struktural dan Saluran

Penyumbatan atau masalah pada saluran yang dilewati sperma juga dapat menjadi sumber rasa sakit.

3. Masalah Saraf dan Otot

Nyeri panggul kronis yang melibatkan saraf atau otot dasar panggul (pelvic floor) dapat menyebabkan nyeri yang dipicu oleh aktivitas seksual, termasuk ejakulasi. Otot yang tegang atau mengalami spasme dapat berkontraksi secara tidak nyaman selama klimaks.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jika rasa sakit saat keluar sperma terjadi sesekali dan sangat ringan, Anda mungkin bisa menunggunya. Namun, jika gejala ini menetap, memburuk, atau disertai dengan gejala lain, konsultasi medis profesional sangat dianjurkan. Jangan menunda pemeriksaan jika Anda mengalami gejala berikut:

  • Rasa sakit yang parah atau menyengat yang mengganggu aktivitas seksual.
  • Demam, menggigil, atau rasa tidak enak badan secara umum (indikasi infeksi).
  • Nyeri hebat saat buang air kecil (disuria).
  • Adanya darah dalam air mani (hematospermia).
  • Pembengkakan atau kemerahan pada area testis atau skrotum.

Diagnosis dan Penanganan

Diagnosis akan dimulai dengan wawancara medis mendalam mengenai kapan rasa sakit terjadi (sebelum, selama, atau setelah ejakulasi), serta pemeriksaan fisik. Dokter mungkin akan merekomendasikan tes lebih lanjut seperti analisis urin, kultur cairan mani, atau pemeriksaan pencitraan seperti USG panggul atau prostat.

Penanganan sangat bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, antibiotik akan diresepkan. Jika penyebabnya adalah peradangan prostat kronis, mungkin diperlukan terapi anti-inflamasi atau pelepasan otot dasar panggul. Pada kasus tertentu, perubahan gaya hidup, seperti mengelola stres atau teknik relaksasi, juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot yang berkontribusi pada rasa sakit.

Ingatlah bahwa rasa sakit adalah sinyal dari tubuh Anda. Meskipun kondisi ini mungkin memalukan untuk dibicarakan, profesional kesehatan telah menangani masalah ini berkali-kali. Mendapatkan diagnosis yang akurat adalah langkah pertama menuju pemulihan dan mengembalikan kenikmatan dalam aktivitas seksual Anda.

🏠 Homepage