Al-Qur'an adalah samudera hikmah yang tak bertepi. Di antara surat-surat yang memiliki kedalaman makna dan keutamaan tersendiri adalah Surat Al-Hijr (surat ke-15). Dinamakan Al-Hijr karena di dalamnya terdapat kisah tentang kaum Tsamud yang dihancurkan karena mendustakan mukjizat unta betina yang diutus oleh Nabi Shaleh AS, di mana rumah-rumah mereka dipahat pada batu karang (Hijr). Mempelajari surat ini bukan sekadar memahami sejarah, melainkan menggali fondasi keimanan, keteguhan hati, dan janji-janji agung Allah SWT.
Kisah Nabi Saleh dan Pelajaran Keteguhan
Salah satu keutamaan utama Surat Al-Hijr adalah penekanan kuat pada kisah Nabi Saleh dan kaumnya. Kisah ini menjadi pengingat abadi mengenai konsekuensi dari kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran yang dibawa oleh rasul. Kaum Tsamud diberi bukti nyata berupa unta yang keluar dari batu karang, sebuah mukjizat yang jelas. Namun, mereka memilih untuk membunuh unta tersebut karena kesombongan mereka.
Pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa peringatan Allah harus disikapi dengan serius. Kehancuran kaum Tsamud mengajarkan bahwa kekayaan, kekuatan, dan kehebatan membangun rumah dari batu (seperti yang mereka lakukan di Al-Hijr) tidak akan memberikan perlindungan jika hati telah tertutup oleh kekafiran dan kedustaan. Surat ini menanamkan rasa takut (khauf) yang positif kepada Allah, yaitu takut akan azab-Nya jika melanggar batas.
Penegasan Tentang Keaslian Al-Qur'an
Di tengah narasi kisah-kisah terdahulu, Surat Al-Hijr secara tegas membantah keraguan orang-orang musyrik Makkah terhadap keaslian Al-Qur'an. Ayat-ayat yang berbicara tentang hal ini memberikan ketenangan bagi Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Allah SWT menegaskan bahwa Dia sendirilah yang menurunkan Al-Qur'an dan Dia pula yang menjamin penjagaannya.
Ayat-ayat ini berfungsi sebagai benteng spiritual. Ketika umat Islam dihadapkan pada tantangan zaman atau keraguan terhadap wahyu, Surat Al-Hijr mengingatkan bahwa kitab suci ini adalah kalamullah yang otentik. Ini memperkuat keyakinan (yaqin) bahwa setiap huruf di dalamnya adalah kebenaran mutlak yang tidak bisa dipalsukan atau diubah oleh manusia.
Perintah untuk Bersabar dan Tidak Berputus Asa
Keutamaan penting lainnya adalah seruan untuk bersabar dalam menghadapi ejekan dan kesulitan dakwah. Nabi Muhammad SAW pernah merasa sangat tertekan dengan penolakan kaumnya. Allah menghibur beliau dengan mengingatkan bahwa kesabaran adalah kunci keberhasilan para nabi terdahulu.
Bagi seorang muslim yang sedang berjuang di jalan dakwah atau menghadapi cobaan hidup, Al-Hijr memberikan suntikan semangat. Kesabaran yang dibarengi dengan keteguhan hati akan menghasilkan kemenangan. Kehidupan dunia sering kali terasa berat dan penuh ujian, tetapi dengan menjadikan kesabaran sebagai perisai, seorang mukmin dapat melewati badai tersebut sambil menjaga integritas imannya.
Pahala Bagi Mereka yang Membaca dan Mengamalkan
Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit seperti beberapa surat lain, secara umum, setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an mengandung pahala yang berlipat ganda. Membaca Surat Al-Hijr memungkinkan seorang Muslim merenungkan perintah Allah tentang tauhid, konsekuensi dosa, dan pentingnya bersyukur.
Keutamaan membaca surat ini juga terletak pada pemahaman konteksnya. Dengan memahami kisah kaum Tsamud, kita belajar untuk selalu berhati-hati terhadap riya' (pamer) dan kesombongan. Dengan memahami jaminan Allah atas kemurnian Al-Qur'an, kita termotivasi untuk lebih dekat dengannya melalui tadabbur dan pengamalan. Surat ini, yang berisi lima belas ayat tentang janji dan ancaman, adalah pelajaran komprehensif mengenai bagaimana seharusnya seorang hamba menjalani hidup di bawah naungan petunjuk Ilahi.