Ilustrasi fokus pada analisis dan keseimbangan.
Isu kesehatan reproduksi pria seringkali menjadi topik yang dibicarakan secara tertutup, salah satunya adalah mengenai volume ejakulasi. Meskipun volume yang normal bervariasi antar individu, beberapa pria mungkin mengalami kondisi yang disebut sebagai 'mani kering' atau volume ejakulasi yang sangat sedikit. Kondisi ini, yang dalam istilah medis disebut sebagai hipospermia, dapat menimbulkan kekhawatiran terkait kesuburan dan fungsi seksual secara umum.
Penting untuk dipahami bahwa ejakulasi bukanlah sekadar proses pelepasan cairan. Mani (semen) adalah campuran kompleks dari sperma yang diproduksi di testis dan cairan dari kelenjar aksesori seperti vesikula seminalis dan kelenjar prostat. Ketika volume ejakulasi berkurang drastis, hal ini bisa mengindikasikan adanya masalah pada salah satu atau beberapa komponen pembentuknya.
Ada berbagai faktor yang dapat berkontribusi pada volume mani yang rendah. Memahami akar permasalahannya adalah langkah pertama menuju penanganan yang efektif.
Penyebab yang paling umum dan tidak berbahaya adalah frekuensi ejakulasi yang terlalu sering dalam periode waktu yang singkat. Tubuh membutuhkan waktu untuk memproduksi dan mengisi kembali cairan semen. Jika Anda sering berejakulasi dalam beberapa jam, volume yang dikeluarkan tentu akan jauh lebih sedikit dibandingkan ejakulasi setelah periode pantang (abstinence) yang lebih lama.
Cairan semen sebagian besar terdiri dari air. Kekurangan cairan dalam tubuh (dehidrasi) secara langsung memengaruhi viskositas dan kuantitas cairan yang diproduksi. Selain itu, pola makan yang buruk, kurangnya nutrisi penting, serta konsumsi alkohol atau rokok berlebihan dapat mengganggu produksi cairan seminal.
Hormon, terutama testosteron, memainkan peran krusial dalam produksi sperma dan cairan aksesori. Ketidakseimbangan hormonal, seperti kadar testosteron rendah (hipogonadisme), dapat mengurangi produksi cairan dan jumlah sperma, yang pada akhirnya mengurangi volume ejakulasi.
Kadang kala, masalahnya terletak pada saluran yang membawa mani keluar dari tubuh. Penyumbatan pada vas deferens atau saluran ejakulasi dapat terjadi akibat infeksi (seperti prostatitis atau epididimitis), kista, atau bahkan akibat prosedur bedah sebelumnya (misalnya, vasektomi yang tidak berhasil diatasi).
Beberapa jenis obat, terutama obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi (penghambat alfa) atau obat-obatan psikiatri tertentu, dapat memengaruhi fungsi seksual dan menyebabkan volume ejakulasi berkurang atau bahkan mengalami ejakulasi retrograde (mani masuk kembali ke kandung kemih).
Volume ejakulasi yang rendah saja belum tentu berarti infertilitas. Namun, jika volume secara konsisten di bawah 1.5 ml dan disertai dengan masalah lain, perhatian medis perlu diberikan, terutama jika pasangan sedang berusaha untuk hamil. Volume yang sangat rendah meningkatkan risiko sperma tidak mencapai sel telur dengan efektif.
Sebelum berkonsultasi dengan spesialis, ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda coba untuk melihat apakah volume ejakulasi membaik:
Jika perubahan gaya hidup tidak memberikan hasil setelah beberapa minggu, atau jika Anda mengalami gejala lain seperti nyeri saat ejakulasi, urin keruh, atau disfungsi ereksi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi atau andrologi. Mereka dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes darah untuk hormon, dan analisis cairan mani untuk menentukan penyebab pasti dari kondisi mani kering yang Anda alami.