Memahami Jenis Akar Tomat dan Peranannya dalam Pertumbuhan

Akar Primer Zona Penyerapan Nutrien Zona Penyangga

Tanaman tomat (*Solanum lycopersicum*) adalah salah satu tanaman hortikultura yang paling populer dibudidayakan di seluruh dunia. Agar dapat menghasilkan buah yang optimal, tanaman ini membutuhkan fondasi yang kuat, dan fondasi tersebut berada di bawah permukaan tanah: sistem perakarannya. Memahami **jenis akar tomat** dan bagaimana mereka berkembang adalah kunci penting dalam manajemen irigasi, pemupukan, dan pencegahan penyakit tanah.

Berbeda dengan tanaman dikotil yang memiliki akar tunggang (taproot) yang sangat dominan, sistem perakaran tomat cenderung lebih kompleks dan tergolong sebagai sistem akar serabut (fibrous root system) yang kuat, namun dengan penekanan khusus pada akar adventif.

Sistem Perakaran Dominan pada Tomat

Sistem perakaran tomat dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan asal dan fungsinya. Meskipun akar primer terbentuk terlebih dahulu, peran utamanya dalam penyerapan air dan nutrisi sering kali diambil alih oleh jenis akar lain seiring pertumbuhan tanaman.

1. Akar Primer (Akar Tunggang Awal)

Saat biji tomat berkecambah, radikula (embrio akar) akan tumbuh ke bawah membentuk akar primer. Pada tahap awal perkecambahan, akar ini berfungsi sebagai jangkar utama dan penyerapan awal. Namun, pada tomat, pertumbuhan akar primer sering kali terhenti atau menjadi kurang dominan seiring perkembangan tanaman dewasa. Fungsi utamanya adalah sebagai titik awal perkembangan sistem perakaran yang lebih luas.

2. Akar Adventif (Akar Samping)

Inilah jenis akar yang paling penting dalam sistem perakaran tomat. Akar adventif adalah akar yang tumbuh dari bagian tanaman selain radikula, yaitu dari pangkal batang atau bahkan dari ruas batang yang tertanam di tanah (inilah sebabnya mengapa pembumbunan atau menimbun batang bagian bawah sering dilakukan pada tomat, karena akan memicu pembentukan akar baru).

Fakta Penting: Akar adventif pada tomat sangat sensitif terhadap cahaya dan oksigen. Jika batang tomat yang terendam di tanah lembap mendapatkan sedikit oksigen, ia akan sangat aktif membentuk jaringan akar baru yang padat, meningkatkan kapasitas serapan tanaman secara dramatis.

3. Akar Serabut Sekunder dan Tersier

Akar adventif akan bercabang lebih lanjut menjadi akar sekunder dan tersier. Jaringan akar yang padat inilah yang membentuk sistem perakaran serabut yang berfungsi utama sebagai:

Zona Perakaran Efektif Tomat

Meskipun akar tomat mampu menyebar cukup luas, efisiensi penyerapan sebagian besar terkonsentrasi pada zona tertentu, terutama pada sistem perakaran serabut yang baru.

Kedalaman vs. Sebaran

Pada kondisi tanah normal (tidak terlalu padat atau kering), sebagian besar akar aktif tomat ditemukan pada kedalaman dangkal hingga sedang. Mayoritas penyerapan air dan nutrisi terjadi dalam 30 hingga 60 cm pertama dari permukaan tanah. Ini menjelaskan mengapa irigasi yang dangkal dan sering dapat memicu pertumbuhan akar yang kurang dalam dan membuat tanaman rentan kekeringan saat fase kritis.

Namun, akar yang lebih tua dan lebih dalam (akar struktural) tetap penting untuk stabilitas dan menjangkau sumber air yang lebih dalam jika terjadi periode kering panjang. Pemupukan yang terlalu dekat dengan pangkal batang tanpa irigasi yang memadai dapat menyebabkan pembakaran akar karena konsentrasi garam yang tinggi.

Implikasi Praktis Mengenai Jenis Akar Tomat

Pemahaman mengenai jenis akar tomat sangat mempengaruhi praktik berkebun. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan petani dan penghobi:

Secara keseluruhan, sistem perakaran tomat menunjukkan adaptabilitas yang tinggi, dengan akar adventif yang tumbuh dari batang menjadi pahlawan utamanya dalam memastikan tanaman tomat dapat tumbuh subur dan produktif. Mengoptimalkan lingkungan tanah adalah cara terbaik untuk mendukung perkembangan seluruh jenis akar ini.

🏠 Homepage