Pertanyaan mengenai apakah sebaiknya kita minum sebelum tidur sering kali muncul di benak banyak orang. Bagi sebagian orang, segelas air atau minuman hangat menjadi ritual malam yang menenangkan, sementara bagi yang lain, ini bisa menjadi sumber kekhawatiran akan gangguan tidur. Mari kita bedah lebih dalam kebiasaan minum sebelum tidur dan dampaknya pada kesehatan dan kualitas istirahat kita.
Kebutuhan cairan tubuh memang sangat penting, dan hidrasi yang cukup sepanjang hari adalah kunci kesehatan. Namun, pola minum di malam hari memerlukan perhatian khusus. Sebagian besar ahli kesehatan menyarankan untuk mengonsumsi cairan secara cukup di siang hari dan mengurangi asupan menjelang tidur. Hal ini bukan tanpa alasan yang kuat.
Salah satu dampak paling umum dari minum terlalu banyak sebelum tidur adalah terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Kondisi ini dikenal sebagai nokturia. Nokturia dapat secara signifikan mengganggu siklus tidur alami Anda. Setiap kali Anda terbangun, otak Anda harus kembali ke tahap tidur nyenyak, yang membutuhkan waktu. Akibatnya, Anda mungkin merasa lelah, lesu, dan kurang fokus di keesokan harinya. Gangguan tidur kronis juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan jangka panjang, termasuk peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Selain nokturia, minum dalam jumlah besar sebelum tidur juga dapat memicu atau memperburuk kondisi seperti refluks asam lambung atau heartburn. Ketika Anda berbaring setelah makan dan minum, isi lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan rasa terbakar yang tidak nyaman dan mengganggu tidur.
Meskipun demikian, bukan berarti kita harus sepenuhnya menghindari minum sebelum tidur. Dalam beberapa kasus, minum secukupnya dapat memberikan manfaat. Misalnya, jika Anda merasa sangat haus atau tenggorokan kering, segelas kecil air hangat dapat membantu melegakan dan membuat Anda lebih nyaman untuk tidur.
Beberapa orang menemukan bahwa minuman tertentu, seperti teh herbal tanpa kafein (misalnya chamomile atau peppermint), dapat memiliki efek menenangkan dan membantu relaksasi. Teh chamomile, misalnya, diketahui mengandung apigenin, antioksidan yang dapat berikatan dengan reseptor tertentu di otak yang dapat mengurangi kecemasan dan memulai tidur. Namun, penting untuk diingat bahwa efek ini bervariasi pada setiap individu.
Kunci utamanya adalah moderasi dan mendengarkan tubuh Anda. Jika minum segelas kecil air atau teh herbal tidak membuat Anda terbangun di malam hari untuk buang air kecil dan justru membantu Anda merasa lebih nyaman, maka itu mungkin merupakan kebiasaan yang baik bagi Anda.
Pada akhirnya, kebiasaan minum sebelum tidur bersifat personal. Memahami kebutuhan tubuh Anda, menerapkan strategi yang cerdas, dan memilih minuman yang tepat akan membantu Anda mencapai keseimbangan yang baik antara hidrasi dan kualitas tidur yang nyenyak.
Ingin tahu lebih banyak tentang menjaga kesehatan tidur Anda?
Temukan tips dan panduan bermanfaat lainnya di sini!