Penyakit HIV atau AIDS merupakan penyakit menular yang terjadi karena virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Jika tidak diobati, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), stadium akhir dari infeksi HIV, di mana kerusakan sistem kekebalan tubuh sudah sangat parah.
Memahami cara penularan adalah kunci utama dalam upaya pencegahan. Virus ini tidak menyebar melalui sentuhan biasa, udara, air, gigitan nyamuk, atau berbagi makanan dan minuman. Penularan HIV memerlukan pertukaran cairan tubuh tertentu dari seseorang yang terinfeksi kepada orang yang belum terinfeksi.
Ada tiga jalur utama penularan HIV yang perlu diwaspadai secara serius. Memahami jalur ini sangat penting untuk menghilangkan stigma dan meningkatkan kesadaran publik:
Penting untuk membedakan antara HIV dan AIDS. HIV adalah infeksi virusnya, sedangkan AIDS adalah sindrom atau kumpulan gejala penyakit yang muncul setelah infeksi HIV berkembang ke tahap lanjut.
Tanpa pengobatan, rata-rata seseorang yang terinfeksi HIV mungkin memerlukan waktu 8 hingga 10 tahun untuk mencapai tahap AIDS. Namun, dengan terapi antiretroviral (ARV) modern, banyak orang yang hidup dengan HIV kini dapat menjalani hidup yang sehat, panjang, dan produktif, serta menekan jumlah virus dalam darah mereka hingga tidak terdeteksi (Undetectable = Untransmittable/U=U).
Karena belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS, pencegahan menjadi prioritas utama. Pencegahan tidak hanya berkaitan dengan menghindari risiko penularan, tetapi juga tentang edukasi dan dukungan komunitas.
Penyakit HIV/AIDS merupakan isu kesehatan masyarakat global. Dengan pengetahuan yang benar mengenai cara penularan dan komitmen kuat pada praktik pencegahan, penyebaran virus ini dapat ditekan. Dukungan tanpa stigma bagi mereka yang hidup dengan HIV juga sangat krusial untuk memastikan mereka mendapatkan pengobatan yang berkelanjutan.