Visualisasi kondisi medis (Ilustrasi)
Air mani yang bercampur dengan darah, atau dalam istilah medis disebut hematospermia, adalah kondisi yang seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi pria. Meskipun penampakan ini bisa menakutkan, penting untuk diketahui bahwa dalam banyak kasus, hematospermia adalah kondisi sementara dan tidak berbahaya. Namun, karena melibatkan darah, diagnosis medis tetap krusial untuk menyingkirkan kemungkinan adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Hematospermia didefinisikan sebagai adanya sel darah merah dalam cairan semen. Kondisi ini bisa bervariasi dari bercak darah samar hingga semen yang terlihat merah tua. Biasanya, hematospermia bersifat idiopatik, artinya penyebab pastinya tidak dapat ditemukan. Meskipun demikian, ada beberapa faktor penyebab yang umum diketahui, mulai dari trauma ringan hingga kondisi medis kronis.
Mengenali potensi penyebab akan membantu dalam memahami urgensi penanganan. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan hematospermia:
Peradangan pada saluran reproduksi pria adalah salah satu penyebab paling umum. Infeksi atau peradangan dapat merusak dinding pembuluh darah kecil di dalam organ-organ tersebut, menyebabkan kebocoran darah ke dalam air mani.
Trauma langsung pada area panggul atau alat kelamin, bahkan yang tidak terasa parah, dapat menyebabkan pembuluh darah pecah. Beberapa aktivitas yang mungkin memicu termasuk:
Adanya pertumbuhan atau kelainan pada struktur di saluran ejakulasi dapat menyebabkan iritasi dan pendarahan.
Pembuluh darah yang rapuh atau mengalami kelainan juga menjadi faktor risiko. Misalnya, varikokel (pembengkakan vena pada skrotum) terkadang bisa dikaitkan, meskipun hubungannya tidak selalu langsung menyebabkan hematospermia.
Meskipun jarang, terutama pada pria di bawah usia 40 tahun, hematospermia bisa menjadi gejala dari kondisi yang memerlukan perhatian serius, seperti keganasan (kanker).
Sebagian besar kasus hematospermia akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu tanpa pengobatan spesifik. Namun, konsultasi medis sangat disarankan, terutama jika Anda mengalami:
Kesimpulannya, hematospermia adalah gejala, bukan penyakit itu sendiri. Memahami berbagai penyebab yang mungkin—mulai dari infeksi ringan hingga masalah struktural—adalah langkah pertama menuju diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.