Volume ejakulasi yang normal sangat bervariasi antar individu, namun secara umum, volume di bawah 1,5 mililiter (mL) sering dianggap sebagai volume yang rendah atau dikenal sebagai hipospermia. Kondisi ini mungkin menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait kesuburan. Penting untuk memahami bahwa volume ejakulat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu. Memahami penyebab air sperma keluar sedikit adalah langkah awal untuk mencari solusi yang tepat.
Ilustrasi terkait volume dan proses reproduksi.
Sebelum mengkhawatirkan masalah kesehatan yang serius, banyak kasus volume ejakulasi yang rendah disebabkan oleh faktor sementara atau gaya hidup yang dapat diubah:
Jika volume ejakulasi rendah terjadi secara konsisten, penyebabnya mungkin berkaitan dengan kondisi medis yang memengaruhi kelenjar penghasil cairan, seperti kelenjar prostat dan vesikula seminalis:
Penyumbatan parsial atau total pada saluran yang membawa sperma dan cairan dari testis dan kelenjar terkait ke uretra dapat menyebabkan volume yang sangat rendah atau bahkan tidak ada sama sekali (aspermia). Penyumbatan ini bisa disebabkan oleh infeksi, kista, atau kerusakan jaringan.
Hormon, terutama testosteron, memainkan peran penting dalam produksi cairan seksual. Kadar testosteron yang rendah (hipogonadisme) dapat mengurangi produksi cairan dari kelenjar prostat, sehingga mengurangi volume total ejakulasi.
Kelenjar prostat dan vesikula seminalis bertanggung jawab atas mayoritas volume ejakulasi (sekitar 90%). Jika terjadi peradangan (prostatitis) atau infeksi, fungsi produksi cairan mereka bisa terganggu. Selain itu, kondisi seperti kanker prostat atau operasi yang melibatkan area ini juga bisa menjadi faktor.
Dalam kondisi ini, alih-alih keluar melalui penis, semen malah mengalir mundur ke kandung kemih selama orgasme. Meskipun volume yang keluar dari penis tampak sedikit, produksi semen mungkin normal. Kondisi ini sering dikaitkan dengan diabetes, operasi prostat, atau penggunaan obat-obatan tertentu.
Jika Anda khawatir mengenai penyebab air sperma keluar sedikit dan ini terjadi secara persisten, konsultasi dengan profesional kesehatan adalah langkah terbaik. Dokter, idealnya seorang urolog atau spesialis kesuburan, dapat melakukan evaluasi menyeluruh:
Perlu diingat bahwa volume ejakulasi yang rendah tidak selalu berarti infertilitas. Kualitas dan jumlah sperma yang sehat di dalam cairan tersebut jauh lebih penting untuk konsepsi. Namun, mengidentifikasi penyebabnya akan membantu memastikan kesehatan reproduksi Anda secara keseluruhan.