Ilustrasi Simbolik Harmoni dan Perjanjian Wahyu Janji Allah

Tafsir dan Hikmah Al-Maidah Ayat 14

Surat Al-Maidah, yang berarti "Hidangan", merupakan surat Madaniyah yang kaya akan pembahasan hukum, perjanjian, dan kisah-kisah umat terdahulu. Salah satu ayat kunci yang sering menjadi pembahasan mengenai konsekuensi dari melanggar janji ilahi adalah ayat ke-14. Ayat ini berbicara tentang kelompok yang diberi peringatan keras oleh Allah SWT setelah mereka menyalahi perjanjian yang telah mereka buat dengan-Nya.

Teks dan Terjemahan Al-Maidah Ayat 14

وَ مِنَ الَّذِيْنَ قَالُوْا إِنَّا هَنَا فَةٌ أَخَذْنَا مِيْثَاقَ الَّذِيْنَ أَوْتُوْا الْكِتَابَ فَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَآءَ إِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۖ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللّٰهُ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

"Dan dari orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani (Kristen),' Kami pun telah mengambil perjanjian dari mereka, tetapi mereka (sebagian besar) melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka. Lalu Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat." (QS. Al-Maidah: 14)

Makna Dasar: Pelanggaran Perjanjian Ilahi

Ayat 14 ini secara spesifik menyoroti kelompok tertentu, yaitu orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai pengikut ajaran Nabi Isa AS (Nasrani). Allah SWT mengingatkan bahwa janji (mitsaq) yang kuat telah diambil dari mereka. Janji ini, dalam konteks luas, adalah janji untuk mengikuti kebenaran yang dibawa oleh para nabi, termasuk menerima kenabian Muhammad SAW sebagai kelanjutan risalah.

Namun, ayat tersebut menyatakan bahwa mereka "melupakan sebagian dari apa yang telah diperingatkan kepada mereka". Kelupaan di sini tidak selalu berarti pelupa biasa, tetapi lebih kepada kesengajaan untuk meninggalkan atau menafsirkan ulang ajaran pokok yang seharusnya menjadi panduan hidup mereka. Mereka meninggalkan porsi ajaran yang memberatkan atau bertentangan dengan hawa nafsu mereka.

Konsekuensi Duniawi: Permusuhan dan Kebencian

Konsekuensi dari pengkhianatan terhadap perjanjian suci ini sangat jelas disebutkan: "Lalu Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat."

Secara historis, ayat ini terwujud dalam perpecahan internal yang mendalam di kalangan umat Kristen, terutama setelah periode awal kenabian. Perbedaan teologis, penafsiran doktrin Trinitas, dan masalah kekuasaan gerejawi menyebabkan lahirnya berbagai sekte yang saling menuduh sesat dan menumpahkan darah. Allah SWT menetapkan perpecahan ini sebagai hukuman langsung di dunia, menunjukkan bahwa penyimpangan dari kebenaran tunggal pasti akan membuahkan perpecahan kolektif. Permusuhan ini terus berlanjut hingga hari penghakiman.

Pelajaran Penting untuk Umat Muslim

Meskipun ayat ini berbicara secara spesifik tentang Ahli Kitab terdahulu, hikmahnya universal bagi setiap Muslim. Al-Maidah ayat 14 menjadi teguran keras bahwa integritas iman sangat bergantung pada konsistensi dalam memegang teguh seluruh ajaran. Tidak ada ruang untuk memilih-milih ajaran Tuhan; mengambil yang mudah dan meninggalkan yang sulit adalah bentuk pelanggaran janji (kufur nikmat).

Apabila umat Islam menyimpang dari syariat yang jelas, mengabaikan petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah demi kepentingan politik, budaya, atau hawa nafsu, maka ancaman serupa—yakni hilangnya persatuan, munculnya perpecahan internal, dan kebencian—bisa saja menimpa komunitas. Ayat ini menekankan bahwa persatuan umat bergantung pada kesatuan akidah dan kepatuhan total terhadap pedoman ilahi.

Penutup: Janji Perhitungan di Hari Kiamat

Ayat diakhiri dengan penekanan bahwa semua perbuatan ini tidak akan luput dari pengawasan: "Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat." Ini adalah pengingat bahwa hukuman duniawi berupa perpecahan hanyalah permulaan. Pertanggungjawaban akhir yang sesungguhnya menanti di hadapan Allah SWT, di mana setiap penyimpangan dan pengkhianatan janji akan diungkapkan secara tuntas. Memahami Al-Maidah ayat 14 adalah pelajaran tentang pentingnya menjaga janji suci, konsistensi dalam beragama, dan bahaya besar dari perpecahan yang bersumber dari pengabaian sebagian wahyu.

🏠 Homepage