Bagi sebagian pria, mengeluarkan sperma (ejakulasi) dalam frekuensi yang tinggi mungkin terasa normal, namun bagi yang lain, ini bisa menjadi perhatian. Frekuensi ejakulasi yang dianggap "kebanyakan" sangat subjektif dan bervariasi antar individu. Namun, jika kondisi ini mulai mengganggu kualitas hidup, energi, atau fungsi seksual, penting untuk memahami apa saja faktor yang mungkin menjadi penyebabnya.
Salah satu pemicu utama seringnya ejakulasi seringkali berasal dari faktor non-fisik. Tekanan mental, kecemasan, dan tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi respons seksual seseorang. Ketika seseorang mengalami kecemasan (anxiety), tubuh merespons dengan pelepasan hormon yang dapat meningkatkan gairah atau hasrat seksual secara umum, yang pada akhirnya menyebabkan frekuensi ejakulasi yang lebih sering.
Selain itu, gaya hidup memainkan peran besar:
Keseimbangan hormon dalam tubuh, khususnya testosteron, sangat menentukan hasrat seksual. Meskipun kadar testosteron tinggi umumnya dikaitkan dengan libido tinggi, fluktuasi hormon (misalnya, sebelum atau selama periode siklus tertentu) juga dapat menjadi faktor. Pria dengan produksi testosteron di atas rata-rata mungkin secara alami memiliki dorongan seksual yang lebih kuat.
Namun, penting untuk membedakan antara dorongan seksual yang tinggi secara alami dan kondisi medis yang mendasari:
Tidak ada angka pasti mengenai berapa kali seorang pria "seharusnya" ejakulasi. Jika Anda merasa bahagia, tidak ada rasa sakit, dan frekuensi ejakulasi tidak mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas harian Anda, maka itu mungkin hanya pola normal bagi tubuh Anda.
Namun, Anda perlu berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika mengalami gejala berikut bersamaan dengan ejakulasi yang sering:
Mengelola frekuensi ejakulasi seringkali melibatkan penyesuaian gaya hidup, seperti mengurangi stres, meningkatkan olahraga, dan mengatur stimulasi seksual. Jika kekhawatiran berlanjut, konsultasi dengan dokter spesialis urologi atau andrologi akan memberikan diagnosis dan penanganan yang lebih akurat berdasarkan kondisi kesehatan pribadi Anda.
Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan masalah kesehatan Anda dengan dokter.