Keluarnya air mani saat tidur, atau yang sering disebut ejakulasi nokturnal (wet dreams), adalah fenomena fisiologis yang sangat umum terjadi, terutama pada masa pubertas dan usia muda. Meskipun terkadang menimbulkan rasa khawatir atau malu, penting untuk dipahami bahwa ini adalah bagian normal dari perkembangan dan fungsi seksual pria. Kondisi ini terjadi tanpa adanya rangsangan seksual sadar.
Ejakulasi nokturnal adalah pelepasan cairan semen yang terjadi secara involunter (tidak disengaja) saat seseorang sedang tidur. Ini adalah mekanisme alami tubuh untuk melepaskan akumulasi cairan mani yang terbentuk karena tidak adanya aktivitas seksual atau masturbasi selama periode tertentu. Sebagian besar ejakulasi terjadi selama fase tidur REM (Rapid Eye Movement), fase di mana mimpi paling sering dialami, meskipun mimpi itu sendiri tidak selalu menjadi penyebab langsung.
Meskipun ejakulasi nokturnal tidak memiliki satu penyebab tunggal yang pasti, beberapa faktor berkontribusi pada kejadian ini:
Pada dasarnya, ejakulasi nokturnal adalah tanda bahwa sistem reproduksi pria berfungsi sebagaimana mestinya. Frekuensi kejadian ini sangat bervariasi antar individu. Bagi remaja, ejakulasi nokturnal bisa terjadi beberapa kali seminggu. Seiring bertambahnya usia dan meningkatnya aktivitas seksual sadar, frekuensinya cenderung menurun.
Jika Anda mengalaminya sesekali (misalnya, sekali atau dua kali sebulan), ini dianggap sangat normal. Tubuh Anda hanya mengatur ulang dirinya sendiri secara alami.
Meskipun ejakulasi nokturnal adalah normal, ada beberapa situasi di mana konsultasi dengan profesional medis dianjurkan:
Dokter akan memastikan bahwa tidak ada kondisi medis mendasar lainnya yang mungkin berperan. Dalam banyak kasus, penyesuaian sederhana dalam rutinitas harian, seperti mengurangi konsumsi kafein sebelum tidur atau memastikan kebersihan pribadi, sudah cukup membantu mengurangi frekuensi ejakulasi nokturnal bagi mereka yang merasa terganggu.