Volume ejakulasi yang normal bervariasi antar individu, namun secara umum, volume di bawah 1,5 ml per ejakulasi dianggap sebagai kondisi yang volumenya kurang atau yang dikenal secara medis sebagai hipospermia. Meskipun ejakulasi yang sedikit mungkin tidak selalu menandakan masalah kesehatan serius, kondisi ini seringkali menimbulkan kekhawatiran pada pria, terutama terkait kesuburan. Memahami penyebab mani keluar sedikit sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Banyak faktor sehari-hari yang dapat memengaruhi volume semen yang dikeluarkan. Perubahan gaya hidup seringkali menjadi penyebab sementara yang paling umum.
Dalam beberapa kasus, volume ejakulasi yang konsisten rendah mungkin disebabkan oleh masalah kesehatan yang mendasarinya yang memerlukan perhatian medis.
Volume cairan ejakulasi dipengaruhi oleh kontribusi cairan dari testis (sperma), kelenjar prostat, dan vesikula seminalis. Jika salah satu komponen ini bermasalah, volume akan berkurang.
Hormon memainkan peran sentral dalam produksi sperma dan cairan semen. Ketidakseimbangan hormonal, terutama kadar testosteron yang rendah (hipogonadisme), dapat menurunkan total produksi cairan ejakulasi. Ini seringkali terkait dengan libido yang menurun dan disfungsi ereksi.
Beberapa jenis obat dan intervensi medis diketahui memiliki efek samping yang dapat mengurangi volume ejakulasi.
Obat-obatan tertentu, seperti beberapa jenis antidepresan (terutama SSRI), obat tekanan darah (penghambat alfa), dan obat untuk pembesaran prostat, dapat memengaruhi kemampuan kelenjar untuk melepaskan cairan atau bahkan menyebabkan ejakulasi retrograde. Ejakulasi retrograde terjadi ketika semen masuk ke kandung kemih alih-alih keluar melalui penis, menghasilkan ejakulasi yang tampak sangat sedikit atau bahkan kering.
Jika Anda mendapati volume ejakulasi Anda secara konsisten rendah selama beberapa minggu atau bulan, terutama jika disertai dengan gejala lain seperti rasa sakit saat ejakulasi, penurunan libido, atau kesulitan mencapai ereksi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli urologi.
Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh yang mungkin mencakup wawancara riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan analisis air mani (semen analisis) untuk mengukur volume, konsentrasi sperma, dan motilitas. Mengenali penyebab mani keluar sedikit adalah langkah pertama untuk mengatasi masalah kesuburan atau memastikan kesehatan reproduksi yang optimal. Jangan ragu mencari bantuan profesional untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.