Volume ejakulasi yang normal bervariasi, namun secara umum, volume kurang dari 1.5 ml dianggap sebagai volume yang rendah atau ejakulasi kering (anejakulasi) jika tidak ada sperma sama sekali. Banyak pria menjadi khawatir ketika menyadari bahwa volume air mani mereka berkurang drastis. Kondisi ini, yang dikenal sebagai hipospermia, bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis yang mendasarinya. Memahami penyebab sperma hanya keluar sedikit adalah langkah pertama untuk mencari solusi yang tepat.
Ilustrasi perbandingan volume ejakulasi.
Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan
Seringkali, perubahan volume air mani dipicu oleh faktor yang dapat dikontrol melalui perubahan gaya hidup:
- Frekuensi Ejakulasi: Jika Anda sering berejakulasi dalam periode waktu yang singkat (misalnya, beberapa kali dalam sehari), tubuh mungkin tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi dan mengisi kembali cairan seminal dalam jumlah penuh. Ini adalah penyebab paling umum dari volume yang rendah sementara.
- Dehidrasi: Cairan mani sebagian besar terdiri dari air. Kekurangan cairan dalam tubuh secara langsung akan mengurangi volume ejakulasi.
- Stres dan Kelelahan: Tingkat stres yang tinggi atau kelelahan fisik kronis dapat memengaruhi fungsi hormonal dan produksi cairan tubuh, termasuk cairan seminal.
- Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat, terutama yang digunakan untuk tekanan darah tinggi (seperti penghambat alfa) atau antidepresan tertentu, dapat memengaruhi volume ejakulasi sebagai efek samping.
Kondisi Medis yang Mendasari
Jika volume ejakulasi rendah terjadi secara konsisten dan bukan karena frekuensi ejakulasi yang tinggi, penting untuk mempertimbangkan kemungkinan adanya masalah kesehatan. Beberapa kondisi medis dapat menjadi penyebab sperma hanya keluar sedikit:
1. Masalah pada Kelenjar Produksi Cairan
Sebagian besar volume ejakulasi (sekitar 70%) berasal dari vesikula seminalis, dan sisanya dari kelenjar prostat. Gangguan pada kelenjar ini dapat sangat mengurangi output:
- Obstruksi Saluran Ejakulasi (Ejaculatory Duct Obstruction/EDO): Penyumbatan pada saluran yang membawa sperma dari vas deferens dan cairan dari vesikula seminalis menuju uretra dapat menghambat keluarnya cairan secara penuh.
- Infeksi atau Peradangan: Prostatitis (peradangan prostat) atau infeksi pada vesikula seminalis dapat mengganggu fungsi normal kelenjar, mengurangi produksi cairan.
2. Gangguan Hormonal
Testosteron memainkan peran penting dalam produksi sperma dan cairan seminal. Kadar testosteron yang rendah (hipogonadisme) dapat mengakibatkan volume ejakulasi yang rendah.
3. Masalah Ejakulasi Retrograde
Ini adalah kondisi serius di mana cairan semen, bukannya keluar melalui penis saat orgasme, malah mengalir mundur ke kandung kemih. Meskipun ejakulasi terjadi, volumenya akan sangat sedikit di luar, dan urine akan terlihat keruh setelah buang air kecil. Kondisi ini sering terkait dengan operasi prostat, diabetes, atau kerusakan saraf.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Volume sperma yang sedikit tidak selalu berarti infertilitas, karena fokus utama kesuburan adalah jumlah sperma yang terkandung di dalamnya. Namun, volume yang konsisten sangat rendah memerlukan evaluasi medis. Sebaiknya Anda menemui dokter spesialis urologi jika Anda mengalami:
- Volume ejakulasi kurang dari 1.5 ml secara konsisten selama beberapa minggu.
- Disertai rasa sakit saat ejakulasi atau buang air kecil.
- Kekhawatiran mengenai kesuburan pasangan Anda.
Diagnosis biasanya melibatkan tes fisik, analisis riwayat kesehatan, tes darah untuk hormon, dan terkadang ultrasound atau analisis urine pasca-ejakulasi untuk mendeteksi retrograde ejaculation. Menangani penyebab sperma hanya keluar sedikit seringkali dimulai dengan koreksi gaya hidup, namun intervensi medis mungkin diperlukan untuk kondisi struktural atau hormonal yang mendasarinya.