Memahami Sperma Keluar Bercampur Darah (Hematospermia)

Visualisasi saluran reproduksi pria dengan kemungkinan adanya darah Sebuah ilustrasi sederhana yang menunjukkan jalur keluarnya cairan reproduksi dengan warna merah samar. P Pr Darah

Sperma yang keluar bercampur darah, atau yang dikenal secara medis sebagai hematospermia, adalah kondisi yang sering kali menimbulkan kekhawatiran besar bagi pria. Meskipun penampakannya mengkhawatirkan, penting untuk diketahui bahwa dalam banyak kasus, hematospermia bersifat sementara dan tidak selalu menandakan adanya kondisi serius. Namun, karena melibatkan komponen darah, evaluasi medis tetap dianjurkan, terutama jika kondisi ini berulang atau disertai gejala lain.

Darah dalam air mani berasal dari saluran reproduksi pria, yang meliputi testis, epididimis (tempat pematangan sperma), vas deferens, vesikula seminalis (kantong penghasil sebagian besar cairan mani), atau kelenjar prostat. Perdarahan bisa terjadi di salah satu titik di sepanjang jalur ini.

Penyebab Umum Sperma Keluar Bercampur Darah

Ada berbagai faktor yang dapat memicu keluarnya darah dalam air mani. Mengidentifikasi penyebabnya sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat.

1. Peradangan dan Infeksi (Paling Umum)

Penyebab yang paling sering dilaporkan adalah peradangan (inflamasi) pada salah satu struktur di saluran reproduksi. Kondisi ini seringkali bersifat sementara.

Infeksi ini sering disertai dengan gejala lain seperti nyeri saat ejakulasi, nyeri panggul, atau adanya darah dalam urine.

2. Trauma dan Iritasi Fisik

Aktivitas seksual yang terlalu intens, masturbasi yang terlalu sering atau agresif, atau trauma fisik pada area panggul dapat menyebabkan robekan kecil pada pembuluh darah halus di saluran ejakulasi, yang mengakibatkan keluarnya darah.

3. Gangguan Struktur Saluran

Adanya pertumbuhan abnormal atau penyumbatan juga bisa menjadi faktor:

Kondisi Medis Serius yang Perlu Diwaspadai

Meskipun jarang, hematospermia bisa menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius. Jika darah berwarna merah terang, banyak, atau berlangsung lama, pemeriksaan lebih lanjut sangat diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan:

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Sebagian besar kasus hematospermia hilang dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu. Namun, konsultasi medis sangat penting jika:

  1. Pendarahan berlangsung lebih dari dua minggu.
  2. Anda mengalami hematospermia secara berulang.
  3. Usia Anda di atas 40 tahun.
  4. Anda mengalami demam, menggigil, atau nyeri hebat saat ejakulasi atau berkemih.
  5. Ada darah yang jelas terlihat pada urine Anda (hematuria).

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat seksual dan medis, serta mungkin menyarankan tes urin, kultur, atau USG transrektal untuk mengidentifikasi sumber pendarahan secara akurat. Penanganan akan sepenuhnya bergantung pada diagnosis yang ditegakkan.

Catatan Penting: Artikel ini bertujuan memberikan informasi umum dan edukasi. Kondisi sperma keluar bercampur darah memerlukan evaluasi profesional dari dokter spesialis urologi. Jangan melakukan diagnosis atau pengobatan sendiri berdasarkan informasi ini.
🏠 Homepage