Banyak pria pernah mengalami situasi di mana, setelah aktivitas seksual, sebagian cairan mani terlihat keluar kembali dari vagina atau celana. Fenomena yang dikenal sebagai regurgitasi cairan mani ini sering menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran. Penting untuk dipahami bahwa dalam banyak kasus, ini adalah hal yang normal dan tidak selalu mengindikasikan adanya masalah kesehatan atau kesuburan.
Setelah ejakulasi, cairan mani (semen) yang mengandung jutaan sperma ditempatkan di dekat leher rahim (serviks). Namun, karena perbedaan posisi, tekanan, dan gravitasi, tidak semua cairan mani akan tertahan di dalam. Beberapa bagian dari cairan mani yang lebih encer cenderung mengalir keluar kembali. Ini adalah reaksi fisik yang wajar.
Beberapa faktor berkontribusi terhadap keluarnya kembali cairan mani dari vagina:
Ini adalah penyebab paling umum. Segera setelah hubungan seksual, terutama jika posisi berakhir dengan vagina berada di posisi yang lebih tinggi (misalnya, wanita berbaring telentang), gravitasi akan menarik cairan yang tidak terserap atau yang berada di bagian bawah liang vagina keluar.
Cairan mani terdiri dari dua komponen utama: cairan sperma (yang encer) dan cairan seminal yang lebih kental yang diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Bagian yang lebih cair ini cenderung lebih mudah keluar kembali ke permukaan.
Dalam beberapa menit setelah ejakulasi, cairan mani yang bersifat basa (alkali) mulai menyatu dengan lingkungan vagina yang lebih asam. Proses ini dapat menyebabkan likuefaksi (pencairan) lebih lanjut dari gel mani yang awalnya kental, memungkinkannya mengalir keluar.
Tekanan yang dihasilkan selama hubungan seksual dapat mendorong sebagian besar cairan ke bagian atas vagina. Ketika tekanan dilepaskan, cairan yang tidak langsung masuk ke leher rahim akan kembali mengalir ke luar karena ruang yang tersisa.
Jika pasangan wanita menggunakan diafragma atau spermisida, alat atau zat tersebut mungkin secara fisik menghalangi cairan mani untuk mencapai leher rahim secara optimal, sehingga lebih banyak cairan yang akhirnya keluar.
Kekhawatiran utama seringkali terkait kesuburan. Namun, penting untuk dicatat bahwa keluarnya cairan mani setelah berhubungan **jarang sekali** berarti kegagalan pembuahan. Alasannya adalah:
Jika Anda merasa ada yang tidak wajar, berkonsultasi dengan profesional kesehatan adalah langkah terbaik. Indikasi untuk berkonsultasi meliputi:
Kesimpulannya, keluarnya kembali sperma setelah berhubungan adalah fenomena fisiologis yang umum terjadi akibat gravitasi dan konsistensi cairan. Ini biasanya bukan pertanda masalah kesehatan, melainkan hanya bagian dari cara kerja tubuh setelah klimaks.