Penyebab Sperma Keluar Sedikit dan Cara Mengatasinya

Volume Ejakulasi

Ilustrasi terkait volume cairan tubuh pria.

Masalah volume ejakulasi yang menurun, atau penyebab sperma keluar sedikit, adalah kondisi yang kerap dialami oleh pria. Meskipun volume ejakulasi bervariasi antar individu, penurunan drastis bisa menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait kesuburan dan performa seksual. Penting untuk memahami bahwa volume ejakulat normal berkisar antara 1,5 ml hingga 5 ml per ejakulasi. Jika volume yang dikeluarkan jauh di bawah angka tersebut, ada beberapa faktor yang mungkin berperan.

Faktor Gaya Hidup dan Kebiasaan Sehari-hari

Gaya hidup memegang peran krusial dalam produksi dan volume cairan mani. Beberapa kebiasaan buruk dapat secara langsung memengaruhi produksi sperma dan cairan pelengkapnya:

Kondisi Medis dan Hormonal

Di balik volume ejakulasi yang rendah, seringkali terdapat kondisi medis tertentu yang memerlukan perhatian profesional:

Pengaruh Obat-obatan dan Prosedur Medis

Beberapa jenis obat dapat menjadi penyebab sperma keluar sedikit sebagai efek samping yang tidak diinginkan. Obat yang paling sering dikaitkan adalah obat yang memengaruhi sistem saraf atau tekanan darah, seperti:

Selain obat, riwayat operasi pada area panggul atau testis, termasuk operasi hernia atau pengangkatan prostat (prostatektomi), juga dapat memengaruhi fungsi saraf dan otot yang terlibat dalam ejakulasi.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika Anda secara konsisten mengalami volume ejakulasi yang sangat rendah, terutama jika disertai dengan kesulitan mencapai ereksi, rasa sakit saat ejakulasi, atau jika Anda dan pasangan sedang berusaha untuk hamil, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi atau andrologi. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh, yang mungkin meliputi analisis sperma (untuk mengukur jumlah sperma), tes hormon, dan pemeriksaan fisik.

Penanganan untuk penyebab sperma keluar sedikit sangat bergantung pada akar masalahnya. Jika disebabkan oleh gaya hidup, perubahan diet dan hidrasi bisa membantu. Jika disebabkan oleh infeksi atau penyumbatan, pengobatan spesifik diperlukan. Pada kasus ejakulasi retrograde, terkadang obat dapat diresepkan untuk membantu menutup katup kandung kemih selama ejakulasi.

🏠 Homepage