Ilustrasi: Sejarah dan Jejak Kenabian
Dalam Al-Qur'an, kisah mengenai Bani Israil—keturunan Nabi Ya'qub ('alaihis salam)—terdapat secara tersebar di berbagai surah. Mereka merupakan salah satu umat yang menerima banyak sekali kenikmatan dan risalah ilahiyah, namun diwarnai dengan banyak penyimpangan, pembangkangan, dan pengkhianatan terhadap janji mereka kepada Allah SWT. Mempelajari ayat-ayat ini bukan sekadar menelaah sejarah lampau, tetapi juga mengambil pelajaran berharga (i'tibar) bagi umat Islam di sepanjang masa.
Allah SWT mengabadikan sebagian besar sejarah mereka dalam kitab suci sebagai cerminan nyata bagaimana nikmat ilahi dapat berubah menjadi azab akibat kesombongan dan ingkar janji. Berbeda dengan kisah nabi-nabi terdahulu yang diceritakan secara ringkas, kisah Bani Israil sering kali diuraikan secara detail, terutama yang berkaitan dengan pengkhianatan mereka terhadap para rasul yang diutus kepada mereka, seperti Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS.
Banyak ayat menegaskan bahwa kisah mereka berfungsi sebagai peringatan. Allah berfirman bahwa mereka adalah umat yang diberi keistimewaan, namun kemudian mereka memecah belah diri karena permusuhan di antara mereka sendiri, bahkan setelah kebenaran datang kepada mereka.
Beberapa surah dalam Al-Qur'an secara khusus menyoroti periode panjang sejarah Bani Israil, mulai dari pembebasan mereka dari Firaun hingga masa-masa setelah Nabi Muhammad SAW diutus.
Surah terpanjang ini dibuka dengan banyak sekali referensi langsung kepada Bani Israil. Allah mengingatkan mereka akan janji-janji yang telah diberikan, seperti penyelamatan dari Mesir dan pembelahan Laut Merah. Di sini, juga diceritakan kisah Firqah (sapi betina) yang menjadi ujian keimanan setelah kematian Nabi Musa AS.
Surah Al-Ma'idah secara eksplisit membahas pengkhianatan besar mereka terhadap perjanjian-perjanjian yang telah disepakati dengan Allah. Surah ini juga menyoroti penolakan mereka terhadap kerasulan Nabi Isa AS dan klaim mereka atas agama yang telah disempurnakan.
Surah ini dinamai "Bani Israil" karena secara spesifik membahas dua kali kerusakan besar yang mereka lakukan di muka bumi, yang berujung pada diutusnya hamba-hamba Allah yang kuat untuk menghancurkan pusat kekuasaan mereka. Ayat-ayat ini memberikan prediksi keras mengenai akhir dari kezaliman mereka.
Dalam surah-surah ini, disebutkan kisah-kisah nabi yang diutus kepada mereka, seperti Nabi Musa AS dan bagaimana respons kaumnya yang keras kepala terhadap seruannya. Mereka seringkali menunjukkan sifat menunda-nunda dan mengingkari mukjizat yang telah disaksikan secara langsung.
Kisah Bani Israil dalam Al-Qur'an bukan sekadar dongeng sejarah, melainkan sebuah katalog sifat-sifat yang harus dihindari oleh setiap umat. Beberapa sifat menonjol yang sering diulang antara lain:
Ketika Nabi Muhammad SAW diutus, banyak dari tradisi keagamaan Bani Israil yang telah menyimpang jauh dari ajaran nabi mereka terdahulu. Oleh karena itu, Al-Qur'an hadir untuk meluruskan akidah dan menegaskan bahwa risalah kenabian tidak terbatas hanya pada satu keturunan, tetapi terbuka bagi siapa pun yang bertakwa dan mengikuti petunjuk-Nya. Memahami surah-surah tentang Bani Israil membantu umat Islam menghargai kedudukan Islam sebagai penyempurna risalah yang telah diberikan kepada umat-umat sebelumnya.