Penyebab Sperma Sedikit Keluar (Volume Ejakulasi Rendah)
Ilustrasi visual mengenai volume ejakulasi.
Volume ejakulasi yang normal biasanya berkisar antara 1,5 hingga 5 mililiter (sekitar sepertiga hingga satu sendok teh). Ketika volume yang dikeluarkan terasa jauh lebih sedikit dari biasanya, kondisi ini dikenal sebagai hipospermia atau volume ejakulasi rendah. Meskipun seringkali tidak berhubungan langsung dengan infertilitas, volume yang sangat rendah dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.
Apa Saja Penyebab Utama Volume Sperma Sedikit?
Penurunan volume air mani bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis spesifik. Memahami akar permasalahannya adalah langkah pertama untuk mencari solusi yang tepat.
1. Gangguan Produksi Sperma dan Cairan
Cairan semen terdiri dari sperma (yang hanya menyumbang sekitar 2-5% dari total volume) dan cairan dari kelenjar pelengkap, terutama vesikula seminalis dan prostat. Jika salah satu kelenjar ini bermasalah, volume akan menurun drastis.
Obstruksi Saluran (Blokade): Saluran yang membawa sperma keluar (seperti vas deferens atau saluran ejakulasi) bisa mengalami penyumbatan akibat infeksi, cedera, atau kondisi bawaan. Jika sumbatan terjadi sebelum ejakulasi, cairan mungkin masih diproduksi tetapi tidak dapat dikeluarkan secara penuh.
Masalah pada Vesikula Seminalis atau Prostat: Kelenjar ini bertanggung jawab atas sebagian besar volume cairan semen. Infeksi kronis (seperti prostatitis) atau peradangan dapat mengganggu fungsi produksi cairan mereka.
Kekurangan Hormon (Hipogonadisme): Testosteron memainkan peran krusial dalam fungsi reproduksi. Kadar testosteron yang rendah, seringkali akibat masalah pada testis atau hipofisis, dapat menurunkan volume keseluruhan ejakulat.
2. Faktor Gaya Hidup dan Kebiasaan Harian
Faktor eksternal dan kebiasaan sehari-hari seringkali menjadi penyebab volume rendah yang paling mudah diperbaiki.
Frekuensi Ejakulasi yang Terlalu Sering: Jika Anda berejakulasi beberapa kali dalam periode waktu yang singkat (misalnya, dalam beberapa jam), tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mengisi kembali volume cairan semen.
Dehidrasi: Cairan semen sebagian besar terdiri dari air. Jika tubuh mengalami dehidrasi karena kurang minum, tubuh akan menghemat cairan untuk fungsi vital lainnya, yang berdampak pada volume ejakulasi.
Stres dan Kelelahan: Stres kronis dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan fungsi sistem saraf otonom yang mengatur proses ejakulasi.
Obat-obatan Tertentu: Beberapa jenis obat, terutama obat tekanan darah (beta-blocker) atau obat untuk masalah prostat (seperti Finasteride), dapat menyebabkan efek samping berupa penurunan volume ejakulasi.
3. Kondisi Medis Spesifik
Beberapa kondisi medis harus dipertimbangkan karena mereka dapat memengaruhi mekanisme pengeluaran cairan:
Retrograde Ejaculation (Ejakulasi Retrogad): Ini adalah kondisi serius di mana semen bukannya keluar melalui uretra, melainkan mengalir mundur ke kandung kemih saat orgasme. Meskipun orgasme terjadi, volume yang keluar dari penis sangat sedikit. Kondisi ini sering terjadi pada pria dengan diabetes atau setelah operasi prostat/kandung kemih.
Varikokel: Pembengkakan pembuluh darah di skrotum ini dapat meningkatkan suhu testis, yang secara tidak langsung dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas produksi cairan semen.
Kapan Harus Menemui Dokter?
Volume ejakulasi yang sedikit sesekali mungkin tidak perlu dikhawatirkan, terutama jika terjadi setelah periode aktivitas seksual yang sangat intens. Namun, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli urologi atau spesialis kesuburan jika:
Volume ejakulasi secara konsisten sangat rendah (kurang dari 1 ml) selama beberapa minggu.
Anda mengalami kesulitan atau rasa sakit saat ejakulasi.
Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan dan mengalami kesulitan.
Anda mencurigai adanya kondisi medis lain, seperti diabetes atau riwayat operasi panggul.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat kesehatan, dan mungkin menyarankan tes darah untuk memeriksa hormon atau analisis air mani untuk mengidentifikasi penyebab pasti di balik **penyebab sperma sedikit keluar** yang Anda alami. Tindakan pengobatan akan sangat bergantung pada diagnosis yang ditemukan.