Jumlah Kurang Visualisasi Konsentrasi Sperma

(Ilustrasi representatif mengenai rendahnya volume atau konsentrasi)

Penyebab Sperma Sedikit: Memahami Volume dan Konsentrasi yang Rendah

Masalah kesuburan pria seringkali dikaitkan dengan kualitas dan kuantitas sperma. Salah satu isu yang cukup umum ditemui adalah volume ejakulasi yang sedikit atau konsentrasi sperma yang rendah. Kondisi ini, yang dalam istilah medis dikenal sebagai *hypospermia* (volume ejakulat rendah) atau rendahnya jumlah sperma (*oligospermia*), dapat menjadi penghalang signifikan bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

Memahami penyebab sperma sedikit sangat krusial karena ejakulasi yang normal membawa jutaan sperma untuk bertemu sel telur. Jika volume atau jumlahnya minim, peluang pembuahan akan menurun drastis. Penyebabnya bisa bervariasi, mulai dari faktor gaya hidup hingga kondisi medis yang mendasarinya.

Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan

Gaya hidup sehari-hari memegang peranan besar dalam kesehatan reproduksi pria. Beberapa kebiasaan buruk dapat secara langsung mempengaruhi produksi atau pelepasan cairan seminal:

Masalah Medis yang Berkontribusi

Di luar faktor gaya hidup, ada beberapa kondisi medis yang secara struktural atau hormonal dapat menjadi penyebab sperma sedikit:

1. Obstruksi Saluran Ejakulasi

Salah satu penyebab paling umum dari volume ejakulasi yang sangat rendah (bahkan hampir nol) adalah sumbatan (obstruksi) pada saluran yang membawa sperma dan cairan dari testis ke uretra. Sumbatan ini bisa terjadi pada:

Penyumbatan seringkali disebabkan oleh infeksi masa lalu (seperti klamidia atau gonore), trauma, atau cacat lahir. Jika sumbatan terjadi, sperma mungkin masih diproduksi, tetapi cairan seminalnya kekurangan volume karena komponen dari kelenjar prostat atau vesikula seminalis tidak dapat bercampur dengan baik.

2. Gangguan Hormonal

Hormon, terutama Testosteron, sangat vital dalam merangsang produksi sperma dan cairan seminal. Ketidakseimbangan hormon, seperti kadar Testosteron yang rendah (hipogonadisme), dapat menurunkan volume total ejakulat.

3. Masalah pada Kelenjar Penghasil Cairan

Cairan seminal terdiri dari sperma (hanya sekitar 5%) dan cairan dari Vesikula Seminalis (sekitar 65-75%) serta Kelenjar Prostat (sekitar 25-30%). Jika salah satu kelenjar ini mengalami disfungsi, peradangan (seperti prostatitis), atau terblokir, volume keseluruhan ejakulasi akan berkurang signifikan.

4. Ejakulasi Retrograde

Ini adalah kondisi di mana ejakulat malah bergerak mundur menuju kandung kemih alih-alih keluar melalui penis. Meskipun jumlah cairan yang diproduksi normal, karena cairan tersebut masuk ke kandung kemih, volume yang keluar melalui uretra menjadi sangat sedikit, bahkan mungkin terasa seperti "ejakulasi kering". Kondisi ini sering dikaitkan dengan diabetes, cedera saraf tulang belakang, atau operasi kandung kemih/prostat.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Volume ejakulasi normal umumnya berkisar antara 1,5 ml hingga 5 ml. Jika Anda secara konsisten mengalami volume yang jauh di bawah 1,5 ml, atau jika Anda melihat perubahan drastis pada konsistensi dan jumlahnya selama beberapa waktu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli urologi atau spesialis kesuburan. Dokter dapat melakukan analisis sperma (semenalisis) untuk mengukur volume, konsentrasi, motilitas, dan morfologi sperma secara akurat, serta menentukan penyebab sperma sedikit yang spesifik.

🏠 Homepage