Kualitas dan kuantitas sperma adalah faktor krusial dalam kesuburan pria. Dalam beberapa dekade terakhir, banyak penelitian menunjukkan adanya tren penurunan konsentrasi sperma pada populasi global. Kondisi di mana jumlah sperma di bawah standar normal (biasanya kurang dari 15 juta per mililiter) disebut sebagai oligospermia. Jika Anda khawatir mengenai penyebab sperma semakin sedikit, memahami faktor-faktor pemicunya sangat penting untuk mencari solusi yang tepat.
Seringkali, penyebab sperma semakin sedikit terkait erat dengan kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari merusak produksi atau kualitas sperma. Testis, organ penghasil sperma, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan internal tubuh.
Produksi sperma optimal terjadi pada suhu yang sedikit lebih rendah dari suhu inti tubuh. Kebiasaan seperti sering berendam air panas, sauna, atau bahkan meletakkan laptop langsung di pangkuan dapat meningkatkan suhu skrotum, yang secara signifikan menghambat spermatogenesis (proses pembentukan sperma).
Obesitas dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk peningkatan estrogen yang dapat menekan produksi testosteron, hormon utama dalam pembuatan sperma. Selain itu, kekurangan nutrisi penting seperti Zinc, Selenium, dan asam folat juga terbukti berkontribusi pada penurunan jumlah sperma.
Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan adalah dua faktor gaya hidup yang paling merusak. Nikotin diketahui dapat merusak DNA sperma dan mengurangi motilitasnya. Sementara itu, alkohol dalam dosis tinggi dapat menurunkan kadar testosteron.
Selain gaya hidup, beberapa kondisi medis dan paparan lingkungan juga menjadi penyebab sperma semakin sedikit yang perlu perhatian serius.
Jika Anda menduga mengalami penurunan kuantitas sperma, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi untuk diagnosis yang akurat. Perubahan gaya hidup seringkali menjadi intervensi paling efektif, terutama jika penyebab sperma semakin sedikit berasal dari faktor eksternal.
Fokuslah pada: menjaga berat badan ideal, menghindari panas berlebihan pada area vital, mengonsumsi diet kaya antioksidan (buah dan sayur), serta berhenti merokok dan membatasi alkohol. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan suplemen nutrisi spesifik atau penanganan medis untuk varikokel jika terdeteksi. Pemulihan jumlah sperma membutuhkan waktu, karena siklus produksi sperma memakan waktu sekitar tiga bulan.